FeaturedPendidikanSD

MPLS Ramah Anak Bertema ANTARIKSA di SDN 014 Cigondewah, Sapa 112 Siswa Baru Tanpa Rasa Takut

BANDUNG, BEREDUKASI.COM – SUASANA ceria menyelimuti SDN 014 Cigondewah, Kota Bandung. Di pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.

Titin Suprihatin, S. Pd, M. Pd, Kepala SDN 014 Cigondewah, Kota Bandung.

Dengan mengusung tema Ramah Anak dan sentuhan ANTARIKSA, sekolah ini menyambut 112 Siswa Baru yang tersebar di dalam empat ruang kelas.

“Total pendaftar mencapai 188 Siswa, namun kapasitas kami hanya menerima 112 Siswa. Mereka kini menempati empat ruang kelas yang tersedia,” jelas Kepala Sekolah SDN 014 Cigondewah,Titin Suprihatin, S. Pd, M. Pd , saat ditemui disela-sela kegiatannya, Rabu (16/7/2026).

MPLS tahun ini dirancang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengusung Tema ANTARIKSA, sekolah ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Sekaligus menghilangkan kecemasan yang kerap dirasakan para Siswa di hari pertama sekolah.

“Kami mengambil Tema ANTARIKSA, agar para Siswa merasa berpetualang dan berjuang bersama Guru. Orang tua pun dilibatkan dalam proses ini,” tambah Titin.

Kegiatan MPLS digelar selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Pada hari pertama, para Siswa diperkenalkan dengan seluruh Guru dan Staf Karyawan. Hari kedua diisi, dengan Tes Diagnostik sebagai langkah awal Pemetaan Kemampuan Anak.

“Hari ketiga, tepatnya Rabu, kami menggelar Tes Kebugaran untuk seluruh Siswa kelas 1 hingga hingga 6. Mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga tes aktivitas fisik lainnya,” jelasnya.

Memasuki hari keempat, giliran para Guru yang tampil dengan mengenakan Pakaian Seragam Atribut Seni. Berbeda dengan tradisi sebelumnya yang melibatkan Siswa, tahun ini Guru-guru menjadi Pusat Perhatian untuk memberikan contoh percaya diri dan kreatif.

Menariknya, sekolah yang memiliki dua gedung di lokasi berbeda (Indag dan Utama). Berhasil mengelola pembagian kelas dengan baik. Kelas rendah ditempatkan di Gedung Utama, sementara Kelas Tinggi di Gedung Indag. Sebuah keputusan yang berjalan lancar tanpa kendala.

“Alhamdulillah, semua berjalan mulus. Kami juga memiliki satu siswa berkebutuhan khusus (ABK) yang sudah menjalani Tes dari Dinas Pendidikan. Semua sudah selesai dan berjalan baik,” tandas Titin dengan lega.

Harapan Bebas Kekerasan dan Perundungan

Di tengah semangat MPLS, Titin menyampaikan harapan besarnya. Agar tahun ajaran baru ini, menjadi awal yang bebas dari ketakutan bagi anak-anak.

“Biasanya anak-anak suka cemas atau takut di hari pertama. Dengan tema ramah anak, kami berharap tidak ada lagi perundungan, tidak ada lagi anak ABK yang dikucilkan. Guru-guru kelas 1 pun luar biasa sabar dalam membimbing,” tuturnya.

Sekolah juga menutup rangkaian MPLS dengan Post-Test sebagai Evaluasi Akhir, melengkapi Pre-Test yang telah dilakukan di awal.

“Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi Generasi Mandiri dan Berkarakter. Tidak ada kekerasan, semua saling mendukung. Itu saja yang kami inginkan,” pungkas Titin penuh optimisme.

MPLS di SDN 014 Cigondewah membuktikan bahwa pengenalan lingkungan sekolah bisa dikemas dengan Ceria, Inklusif dan penuh makna. Sebuah langkah kecil menuju Pendidikan yang ramah bagi semua anak. (HKS).

Related Articles

Back to top button