
BIMTEK Digitalisasi Pembelajaran untuk Sekolah Penerima BOS Kinerja Terbaik 2026 Digelar di SDN 270 Gentra Masekdas
BANDUNG, BEREDUKASI.COM – SEKOLAH Dasar Negeri (SDN) 270 Gentra Masekdas Kota Bandung. Menjadi “Tuan Rumah” penyelenggaraan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Penguatan Digitalisasi Pembelajaran. Bagi sekolah-sekolah penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Terbaik tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian BIMTEK yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. Bekerja sama dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BB PMP) Provinsi Jawa Barat.
Kepala SDN 270 Gentra Masekdas, Ahmad Solihin menjelaskan bahwa BIMTEK bagi sekolah penerima BOS Kinerja Terbaik ini. Mencakup Tiga Fokus Utama yaitu BIMTEK Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Penguatan Literasi dan Numerasi, serta Penguatan Digitalisasi Pembelajaran.
“Nah, kalau di kita sekarang kebagian Penguatan Digitalisasi Pembelajaran,” ujarnya, Kamis, 15 Agustus 2026.
Pembagian Gugus dan Sistem Kolaborasi
Dalam pelaksanaannya, sekolah-sekolah di Kota Bandung dibagi ke dalam beberapa Gugus. SDN 270 Gentra Masekdas sendiri, tergabung dalam Gugus Tiga yang beranggotakan Tujuh Sekolah. Dari Tujuh Sekolah tersebut, Tiga Sekolah ditunjuk sebagai Penyelenggara Utama untuk masing-masing tema BIMTEK. Sementara Empat Sekolah lainnya. turut serta sebagai Penguat atau Pendukung dari BIMTEK-BIMTEK tersebut.
“Tiga sekolah nanti yang mengadakan, baik SPMI, kemudian literasi numerasi, dan digitalisasi pembelajaran. Empat sekolah lainnya juga mengadakan, tetapi penguatan dari BIMTEK-BIMTEK tersebut,” terang Ahmad Solihin.
Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari BB PMP Provinsi Jawa Barat yang telah terkoordinasi dengan baik oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. Sistem pelaksanaannya pun dirancang secara bergilir dan kolaboratif.
“Gentra Masekdas sekarang satu hari di sini, besok kita ke SDN Balonggede, besoknya lagi ke SD Yos Sudarso. Jadi kita juga sebagai penyelenggara dan nanti sebagai peserta juga ikutan ke sekolah-sekolah yang mengadakan,” imbuhnya.
Setiap sekolah dalam Gugus tersebut, mengirimkan empat orang perwakilan yang terdiri atas Kepala Sekolah dan Tiga Guru. Dengan demikian, jika di satu sekolah penyelenggara terdapat 28 Guru. Maka akan ada tambahan peserta dari enam sekolah lainnya dalam Satu Gugus.
Kriteria Penerima BOS Kinerja Terbaik
Sekolah-sekolah yang menerima BOSP Kinerja Terbaik dinilai berdasarkan beberapa indikator. Antara lain laporan Rapor Pendidikan, rata-rata hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta kualitas pengelolaan sekolah.
“Jadi sejak kita mendapatkan penerima BOSP Kinerja Terbaik yang dilihat dari laporan Rapor Pendidikan, kemudian rata-rata hasil TKA dan pengelolaan sekolah,” jelasnya.
Program penguatan ini ditujukan bagi sekolah-sekolah yang telah menunjukkan Kinerja Terbaik. Agar semakin kuat dan nantinya mampu mengimbaskan, praktik baik kepada sekolah-sekolah di sekitarnya. Peserta kegiatan ini mencakup Sekolah Negeri maupun Swasta.
Harapan dan Tujuan BIMTEK Digitalisasi Pembelajaran
Kepala Sekolah menyampaikan harapannya, agar BIMTEK ini dapat membekali dan menguatkan kompetensi Kepala Sekolah serta Guru. Dalam mengimplementasikan Digitalisasi 0endidikan di tingkat Sekolah Dasar.
“Tentunya membekali sekolah, intinya ada Kepala Sekolah, ada Guru terutama, membekali, menguatkan mereka terkait Digitalisasi Pendidikan di Sekolah Dasar,” tuturnya.
Melalui BIMTEK ini, para Guru diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun perencanaan, melaksanakan, hingga mengevaluasi pembelajaran. Dengan memanfaatkan Perangkat Pembelajaran Digital. Setiap sekolah yang terlibat telah dilengkapi dengan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai Sarana Pendukung Utama.
Selain itu, Kementerian Pendidikan juga menyediakan platform Rumah Pendidikan yang di dalamnya terdapat fitur Ruang Murid. Platform ini menyediakan beragam materi pembelajaran dan permainan Digital yang dapat dimanfaatkan Guru dalam Proses Pembelajaran.
“Jadi dimulai dari penyusunan perencanaan, ini sudah dilibatkan Guru ketika menyusun perencanaan, termasuk pembelajaran mendalam, kemudian Teknologi apa yang digunakan, media pembelajaran digital apa yang digunakan. Jadi sejak penyusunan perencanaan pembelajaran sudah menggunakan Teknologi atau Digitalisasi. Nanti dalam pelaksanaannya jelas penggunaan perangkat Digital, nanti dalam asesmen atau penilaiannya pun sama, menggunakan perangkat Digital atau Media-media Digital untuk asesmennya,” pungkasnya.
Dengan adanya BIMTEK ini, diharapkan sekolah-sekolah penerima BOS Kinerja Terbaik di Kota Bandung. Khususnya di Gugus Tiga, dapat menjadi Pionir dalam penerapan Digitalisasi Pembelajaran dan mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di sekitarnya. (HKS).




