25.4 C
Indonesia
Friday, 22 October 2021

Aksi Pink Ribbon Untuk Meminimalkan Angka Kematian, Akibat Kanker Payudara Melalui CHARM Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com — KANKER Payudara masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia, terutama perempuan Indonesia.

Menurut data The Global Cancer Observatory tahun
2020, Kanker Payudara di Indonesia merupakan Kanker paling banyak ditemukan pada perempuan dengan Proporsi 30,8 Persen dari total kasus Kanker lainnya, yakni terdapat 65.858 kasus
baru.

Sementara itu, Kanker Payudara di Indonesia menempati urutan Ke-Dua penyebab kematian
akibat Kanker dengan persentase sebesar 9,6 Persen. Salasatu penyebab tingginya angka kasus
kejadian dan kematian akibat Kanker Payudara adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat
akan Deteksi Dini dan pemeriksaan kanker payudara secara klinis, yang dimana menurut riset Kemenkes di tahun 2016, tingkat penetrasi SADARI adalah 46,3 Persen dan SADANIS 4,4 Persen.

PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui Charm sebagai merk Pembalut No.1 pilihan Perempuan
Indonesia. Juga turut andil dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia, melihat
kondisi tersebut menjadi isu yang penting untuk dibahas.

Karena itu, dalam rangka Sosialisasi pentingnya Deteksi dini Kanker Payudara seperti
yang direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia. Melalui SADARI dan SADANIS dengan
pemeriksaan di Puskesmas dan Rumah Sakit, PT Uni-Charm Indonesia Tbk. Mendukung Aksi
Pink Ribbon bekerjasama dengan YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia). Sejalan dengan
Bulan Kesadaran Kanker Payudara Se-Dunia yang ditetapkan pada bulan Oktober setiap
tahunnya.

CHARM sebagai Brand dalam kategori Pembalut Wanita yang telah mendapat dukungan menjadi No.1 di Indonesia, meluncurkan Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition dan menyumbangkan sebagian dari penjualan produk ini untuk mendukung YKPI.

Melalui virtual conference peluncuran Charm Extra Maxi Pink Ribbon, yang mengusung
tema “Mendukung Kegiatan Pink Ribbon Pertama Kalinya Dalam Industri Pembalut Wanita,
Untuk Meminimalkan Angka Kematian Akibat Kanker Payudara”. Pada tanggal 6 Oktober 2021,
Presiden Direktur PT. Uni-Charm Indonesia Tbk, Yuji Ishii mengatakan, ‘Bila dibandingkan
dengan negara-negara ASEAN dan sekitar, tingkat jumlah kasus baru (sebesar 16,6 Persen) dan
tingkat kematian (sebesar 9,6 Persen) di Indonesia akibat Kanker Payudara cenderung tinggi.
Karena itu dalam rangka memenuhi tanggung jawab kami dalam meningkatkan kualitas hidup
perempuan Indonesia. Dan untuk meminimalkan angka kematian akibat Kanker Payudara, selama
bulan Oktober, PT Uni-Charm Indonesia Tbk akan terus mendukung aktivitas Pink.
Dengan total pengguna Charm Extra Maxi kurang lebih sebesar 28 juta pengguna di seluruh Indonesia, diharapkan pesan yang terdapat pada Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition melalui desain tentang pentingnya meningkatkan kesadaran akan Deteksi Dini Kanker Payudara melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) ini dapat tersampaikan dengan baik. Cara
melakukan SADARI dijelaskan di bagian belakang kemasan. Dengan Ilustrasi untuk mendorong
konsumen dapat melakukan Pemeriksaan Payudara sendiri, dengan mudah di rumah meskipun
dalam kondisi pandemi Covid-19.

Produk dengan Desain Pink Ribbon Special Edition ini akan tersedia mulai bulan Oktober 2021 di beberapa toko.

Linda Agum Gumelar, Ketua dan pendiri YKPI yang turut hadir dalam acara peluncuran
Charm Extra Maxi Pink Ribbon ini sangat mengapresiasi kerjasama yang diambil oleh PT Uni Charm Indonesia Tbk.

Dukungan Donasi kepada YKPI dari sebagian penjualan Charm Extra
Maxi Pink Ribbon Special Pink Ribbon Special Edition ini. Akan dimanfaatkan oleh YKPI untuk
mendukung Program-program YKPI khususnya sosialisasi skrining dan Deteksi Dini Kanker Payudara, sekaligus mengkampanyekan SADARI dengan tujuan menurunkan angka kejadian

‘Kanker Payudara stadium lanjut sesuai dengan visi YKPI yaitu Indonesia Bebas Kanker Payudara
Stadium Lanjut,’ katanya.

Selain itu Dr. Walta Gautama, Sp.B(K)Onk, sebagai Ahli Bedah Onkologi dan Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) yang juga menjadi Narasumber dalam acara peluncuran Charm Extra Maxi Pink Ribbon. Juga turut mengapresiasi
kegiatan ini, Ia menjelaskan bahwa masih sekitar 70 Persen Pasien Kanker Payudara. Datang ke Rumah Sakit, sudah dalam kondisi stadium lanjut. Padahal jika Kanker Payudara terdeteksi lebih awal,
akan ada lebih banyak pilihan perawatan dan kesempatan. Untuk bertahan hidup juga akan lebih
besar, bisa mencapai 95 Persen apabila terdeteksi pada stadium pertama. Dengan begitu secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas hidup pasien dan meminimalkan angka kematian akibat Kanker Payudara di Indonesia.

‘Karena itu melakukan SADARI penting dilakukan oleh setiap perempuan Indonesia. Agar bisa mengetahui sejak dini apabila terjadi perubahan pada
Payudaranya. SADARI ini sendiri bisa dilakukan secara teratur setiap bulannya. Dilakukan pada
hari ke 7- 10 setelah Hari Pertama Menstruasi atau tanggal tertentu untuk yang sudah Menopause, katanya.

Pada saat yang sama, telah hadir pula dr. Khairatu Nissa Rangkuti, seorang Penyintas Kanker Payudara, yang berbagi pengalamannya sebagai Penyintas. Dan menceritakan pentingnya
Deteksi Dini. Ia menjelaskan bahwa informasi tentang SADARI seperti yang terdapat dalam
kemasan Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition ini. Tentunya perlu diketahui dan dipraktekkan oleh setiap perempuan di Indonesia.

Dr. Khairatu Nissa Rangkuti mengatakan, ‘Sebagai seorang Penyintas, saya senang dan mengapresiasi apabila semakin banyak pihak mau mengedukasi Perempuan Indonesia, tentang pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara. Termasuk langkah dari PT Uni-Charm Indonesia Tbk yang bekerja sama dengan YKPI melalui Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition ini.

Dengan gerakan SADARI yang sederhana, kita bisa mengetahui apabila terjadi perubahan pada Payudara dan segera melakukan konsultasi ke dokter serta mendapatkan perawatan yang tepat. Sehingga secara tidak langsung Deteksi Dini termasuk
gerakan SADARI atau periksa Payudara Sendiri ini, dapat membantu meminimalkan angka
kematian akibat Kanker Payudara dan mengurangi jumlah Pasien Kanker Payudara’.

Adapun upaya lain yang dilakukan Charm yang bekerja sama dengan YKPI untuk mendukung penetrasi deteksi dini kanker payudara kepada setiap perempuan di Indonesia adalah dengan membuat Video dan Artikel Edukasi yang akan di posting dalam website Charm Girls Talk. Selain itu Charm juga akan membuat dan mempublikasikan dua digital movie tentang ‘Cara SADARI’ dan ‘Pesan dari penyintas kanker payudara’ di Media Digital untuk menyampaikan secara luas tentang pentingnya Deteksi Dini dan Pengobatan Kanker Payudara yang tepat.

‘Dukungan untuk Aksi Pink Ribbon ini selaras dengan 17 Goal yang ditetapkan dalam SDGs diantaranya 2 Goal yaitu (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan (17) Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan, dan beberapa elemen dalam Ethical Living For SDGs sebagai corporate
slogan yaitu elemen Pendidikan, Aktivitas Perusahaan Mendukung Sosial. Dan Hubungan
Sesama Manusia, yang dilakukan untuk terus berkontribusi dalam memecahkan masalah Sosial
melalui Produk, Layanan dan Pengembangan kegiatan Bisnis Perusahaan,’ tutup Yuji Ishii. (Ris).

Related Articles

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

Penipuan Di Ranah Digital.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- SEIRING dengan berkembangnya teknologi, penipuan di ranah digital semakin marak terjadi. Karenanya, seseorang perlu senantiasa menjaga keamanan identitas digitalnya kapanpun.Tak terkecuali...

Permohonan Pengujian Judicial Review UU PERS No. 40 Tahun 1999 Di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Harus Ditolak.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- HARI Senin, 11 Oktober 2021, telah dilangsungkan Persidangan Pleno Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dalam perkara dengan Nomor 38/PUU-XIX/2021,...