20.4 C
Indonesia
Wednesday, 17 August 2022
spot_img

Aksi Sang Wakil Bupati Purwakarta, Aming Gagalkan Aksi Bunuh Diri Warganya…….!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — AKSI nekat bunuh diri dilakukan seorang Pria berinisial IS (35), warga Desa Karyamekar Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta, Selasa (12/3/19).

IS nekat memanjat tower selular sambil menggendong bayi berusia 3 tahun yang merupakan anak kandungnya sendiri.

Aksi nekat IS yang cukup menegangkan tersebut, ahirnya dapat digagalkan oleh Wakil Bupati Purwakarta, H. Aming.

Kejadiannya ketika Aming menghadiri undangan dari Desa Cipinang yang tidak jauh dari tempat kejadian. Pihak Desa mendapat laporan dari warga, ada orang yang ingin bunuh diri. Aming yang saat itu mendengar laporan warganta, langsung datang ketempat kejadian untuk melihat. Nurani kemanusiaan Aming muncul dan tanpa dikomando, dengan cekatan Aming menaiki tower setinggi 40 meter itu.

Ahirnya setelah hampir 30 menit, Aming terus berusaha agar aksi nekat bunuh diri IS, dapat digagalkan. Pelaku berhasil dibujuk untuk turun bersama anaknya, dengan dibantu oleh petugas Damkar dan Kepolisian yang sudah siaga.

“Kebetulan pas ketika saya menghadiri acara di Desa, rame warga datang ke Desa. Katanya ada yang mau bunuh diri. jadi saya berinisiatif untuk langsung ke tempat kejadian,” ujar Aming.

Menurut Aming, IS mengatakan kepadanya bahwa aksi nekat bunuh dirinya itu dilakukannya. Karena Is tidak mau diceraikan oleh istrinya.

“Setelah tahu penyebab IS mau nekat bunuh diri. Kemudian saya minta supaya istrinya berteriak dari bawah, membantu menenangkan IS,” tutur Aming

Menurut Kapolsek Cibatu, AKP Ali Murtado dalam keterangannya membenarkan. Ada kejadian aksi nekat bunuh diri yang dilakukan IS (36 tahun) warga Kampung Cikuda Desa Karyamekar dengan cara menaiki tower selular.

“Pelaku warga Kampung Cipinang Karya, Desa Cipinang, diduga depresi. Karena putri pertamanya meninggal dunia dan istrinya minta cerai,” kata Kapolsek.

Aksi nekat IS dilatarbelakangi masalah keluarga, ketika Istri pelaku menggugat cerai. Sehingga pelaku IS depresi dan nekat membawa putrinya yang masih berusia tiga tahun dengan maksud menjatuhkan diri.

“Katanya habis cekcok sama istrinya tiba–tiba saja naik keatas tower. Sambil membawa anaknya, ya warga kaget juga. Untung saja tadi ada Pak Wabup inisiatif naik keatas buat bujuk pelaku,” ujar sala seorang warga yang melihat kejadian tersebut.

Setelah berhasil dibujuk baik pelaku dan putrinya, Pelaku IS dan anaknya langsung dibawa ke Puskesmas Cibatu untuk dilakukan perawatan. (Wief)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU