28.4 C
Indonesia
Friday, 30 July 2021

APSI Tepis Isu Penumpukan Sampah Plastik Menyesatkan……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — ASOSIASI Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) sedang geram. Hal itu tercermin dari Thread Trending Topic Twitter dari akun twitter @asosiasiapsi (https://twitter.com/asosiasiapsi) dengan hastag #janganmenggiringopini, Senin (30/11/2020).

Cuitan tersebut berbunyi, “Menyesatkan….!, tidak benar bahwa galon sekali pakai Le Minerale menumpuk sampah…!

APSI kemudian angkat bicara mengenai adanya penggiringan opini dan pembelokan fakta tentang galon sekali pakai.

Menurut APSI (Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia) hal itu tidak benar atau bertentangan dengan fakta yang terjadi di lapangan.

“Galon plastik sekali pakai tergolong jenis plastik PET ( Polyethylene Terephthalate ) dengan kode plastik daur ulang No.1 Sampah Plastik tersebut tergolong mudah didaur ulang dan dapat digunakan kembali,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI), Saut Marpaung, dalam keterangan tertulis yang dikirim ke jabar.siberindo.co, di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Menurut APSI, seperti disampaikan Saut, cuitan dan berita-berita tersebut sangat menyesatkan. Tidak berdasar.

“Sebab kalau menyangkut sampah, utamanya sampah plastik, maka pihak APSI dan Para Pengelola Daur Ulang yang lebih tahu kondisi sebenarnya di lapangan,” terangnya.

Pihak APSI menduga ada upaya pihak tertentu ingin mendiskreditkan sala2satu merk produk AMDK Le Minerale dengan mengatas namakan atau melalui LSM lingkungan dan Influencer.

Saut menghimbau, sebaiknya sebagai LSM/perorangan yang mengakui penggiat lingkungan hidup, seperti Green Peace dan Aliansi Zero Waste sebagai garda terdepan masyarakat, dapat memberikan informasi yang kredibel.

“Bukan menggiring opini yang menyesatkan. Bahkan saat ini ada penggalangan petisi, yang sangat disayangkan pembuatnya mungkin tidak memahami konsep sirkular ekonomi yang digaungkan oleh pemerintah,” ujar Saut.

APSI melalui akun twitternya ingin menjelaskan fakta yang terjadi. Jangan sampai masyarakat tidak mengetahui kondisi yang benar di lapangan.

Pemberitaan yang menggiring opini dan pembelokan fakta dapat merugikan seluruh pihak yang mendukung sirkular ekonomi yang digaungkan oleh KLH (Kementrian Lingkungan Hidup).

“Kami Anggota APSI sebagai pengusaha yang turut menjaga lingkungan dengan cara mendaur ulang sampah plastik juga merasa dirugikan akibat berita yang faktanya dibelokan,” kata Saut.

Saut Marpaung dengan tegas mengatakan galon plastik sekali pakai dan botol air kemasan PET sangat membantu ekonomi rakyat kecil.

“Lebih bagus (galon) sekali pakai untuk mendukung pendapatan pemulung dan pengepul sampah,” ujarnya.

Masih menurut Saut, memandang persoalan sampah, itu harus secara holistik. Secara luas. Tidak bisa hanya sebagian-sebagian atau secara parsial. Di stakeholder persampahan, terdiri dari beberapa pihak. Ada pemerintah pusat, propinsi. Ada juga penghasil sampah. Yaitu masyarakat keseluruhan. Kemudian ada lagi stakeholder seperti pengusaha sampah. Mata rantai industri.

“Kita ini bagian dari stakeholder yang bekerja untuk memilah dan memproses sampah supaya tidak mencemari lingkungan,” papar Saut.

Indonesia, kata Saut, negara berkembang. Masih tingginya tingkat penganggurannya. Banyak usaha mikro yang sudah lama mengumpulkan sampah. Persoalan mendesak adalah masalah kemiskinan. Masyarakat butuh pekerjaan butuh makan hari ini juga.

“Pekerjaan yang paling gampang adalah memungut sampah bernilai. Terpaksa masyarakat harus mencari kerja. Demi perut. Lihat di TPA Bantar Gebang ada 6000 pemulung yang mencari sampah untuk menghidupi anak dan istri,” ungkap Saut.

Lebih jauh Saut Marpaung mengatakan bahwa dengan adanya Peraturan Menteri KLHK No. 75 tahun 2019 tentang peta jalan pengurangan sampah oleh produsen, di mana melalui peraturan itu KLHK meminta peran aktif produsen untuk mengurangi sampah dari produk yang mereka hasilkan. Sehingga target pengurangan 30 persen sampah dalam 10 tahun dapat tercapai.

Le Minerale sebagai produsen, papar Saud, telah bekerja sama dengan APSI (Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia) sebagai wujud implementasi peraturan menteri KLHK no 75 tahun 2019. Dimulai dari Kabupaten Klungkung, Bali untuk pengurangan sampah.

“Dengan cara mengedukasi memilah jenis sampah di rumah tangga, sampai proses di pusat daur ulang, yang kemudian sampah tersebut diserap oleh APSI untuk di daur ulang,” papar Saut Marpaung menutup. (Eddie Karsito).

Related Articles

Kolaborasi Vaksinasi Massal Pun, Kini Digencarkan Pemkot Bandung……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PEMERINTAH Kota Bandung terus berkolaborasi dalam pelaksanaan vaksinasi massal. Tujuannya, mempercepat proses pembentukan kekebalan kelompok atau "Herd Immunity" di tengah pandemi...

Oded Ingin Tadarus Al Quran, Dapat Terus Berlangsung Secara Berkesinambungan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEBANYAK 1,072 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengikuti tadarus Al Quran secara virtual via Zoom pada Jumat, 16...

Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- KONSTITUEN Dewan Pers perlu mempunyai keterwakilan di Dewan Pers (DP) agar setiap asosiasi konstituen memiliki akses informasi dan kebijakan dalam mengantisipasi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Kolaborasi Vaksinasi Massal Pun, Kini Digencarkan Pemkot Bandung……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PEMERINTAH Kota Bandung terus berkolaborasi dalam pelaksanaan vaksinasi massal. Tujuannya, mempercepat proses pembentukan kekebalan kelompok atau "Herd Immunity" di tengah pandemi...

Oded Ingin Tadarus Al Quran, Dapat Terus Berlangsung Secara Berkesinambungan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEBANYAK 1,072 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengikuti tadarus Al Quran secara virtual via Zoom pada Jumat, 16...

Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- KONSTITUEN Dewan Pers perlu mempunyai keterwakilan di Dewan Pers (DP) agar setiap asosiasi konstituen memiliki akses informasi dan kebijakan dalam mengantisipasi...

Mang Oded, “Jazakumullahu khair, hatur nuhun, terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Kota Bandung”…..….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- WALI Kota Bandung, Oded M Danial sudah sehat dan siap bertugas kembali. Sebelumnya, Oded sempat menjalani perawatan akibat gangguan lambungnya. Melalui laman...

Xtraordinary Vaksin Persembahan SCTV Di Usia Yang Ke-31……..!

Jembatan Asa Dan Kejutan Bayi SCTV Kembali Jadi Bagian Perayaan HUT Ke-31 Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SELAMA 31 tahun SCTV telah hadir mewarnai dunia pertelevisian tanah...