22.4 C
Indonesia
Friday, 19 August 2022
spot_img

Artis Senior Yati Surachman Gadaikan Sertifikat Rumah Buat Modal Usaha ?

JAKARTA, BEREDUKASI.COM — PANDEMI Covid-19 tidak hanya berdampak pada Ekonomi masyarakat secara luas. Melainkan juga berimbas pada Pelaku Industri Perfilman dan Pertelevisian.

Sejumlah Pekerja Film dan Sinetron banyak kehilangan pendapatan akibat batal atau mundurnya sejumlah rencana produksi. Ditambah lagi jauh sebelum Pandemi Covid-19 system pembayaran upah pekerja film dan sinetron dinilai kurang sehat.

‘Dalam batas tertentu pekerja film tidak cukup mengandalkan penghasilannya di Industri ini. Harus mulai dipikirkan adanya dipersifikasi usaha,’ ujar Yati Surachman, di acara ‘Seniman Peduli’ yang berlangsung di Sekretariat Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Kranggan Permai, Jatisampurna, Kota Bekasi, Selasa, 28 Desember 2021.

Pandemi Covid-19, kata aktris film ‘Sang Pencerah’ ini, mengganjal proses shooting sejumlah Film dan Sinetron. Akibatnya proyek tersebut terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan.

‘Kalau proyek cancel semua bisa nol rupiah. Lumayan ambyar. Kita enggak ada usaha lain. Jangankan proyek ditunda atau shooting mundur, yang sudah tayang saja rumah produksi bayar honornya ‘tarsok-tarsok’ (entar-besok),’ kata Yati.

Yati Surachman, khawatir proyek shooting semakin berkurang lantaran situasi pandemi yang tidak pasti. Untuk mengatasi keadaan ia sedang mempola kemungkinan buka usaha di bidang Catering. Namun lagi-lagi bukan perkara mudah. Ia terbentur masalah permodalan.

‘Saya punya rumah di Ciomas Bogor dan di Serang Timur Banten. Saya ada rencana mau jual aset ini. Tapi jual rumah kan enggak segampang jual kacang goreng,’ ujar bintang sinetron ‘Arwah Nenek Gayung’ ini.

Alternatif lain, Yati Surachman mau pinjam modal usaha ke Bank dengan jaminan sertifikat rumah, yang di Serang Timur Banten. Namun sertifikat rumah tersebut, kata dia, belum diberikan oleh perusahaan pengembangnya.

Rumah tersebut, kata Yati, merupakan pemberian dari perusahaan properti atas dedikasinya di Dunia Seni Peran, tahun 2018 lalu. Serah terima rumah tersebut sudah dilakukan saat acara ulang tahun sebuah tayangan infotainment yang tayang di salasatu televisi swasta.

‘Saya berharap sertifikat rumah tersebut segera bisa saya terima, karena sudah tiga tahun. Jika mungkin sertifikat itu akan saya agunkan ke perusahaan jasa keuangan buat modal usaha,’ papar pemeran ‘Nenek Kayla’ dalam Sinetron ‘Suara Hati Kayla Season 2’ ini.

Sementara Yati memilih tinggal di rumah orangtuanya di kawasan Kayu Manis Matraman, Jakarta Timur, demi menghemat biaya hidup.

‘Karena kalau sekarang saya tinggal di perumahan itu waktu tempuhnya lumayan. Sementara kerjaan banyak di Jakarta. Selain itu jauh juga biayanya besar. Apalagi keadaannya masih pandemi Covid-19 dan kerjaan jarang-jarang,’ ujar The Best Actress Festival Film Asia Pasifik (FFAP) ini. (***).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU