21.4 C
Indonesia
Wednesday, 29 September 2021

Besok, Gubernur Jawa Barat Jalani Proses Uji Klinis Vaksin Covid-19…..!

Bandung, BEREDUKASI.Com — JADWAL Penyuntikan Vaksin Covid-19 atau Plasebo Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah keluar. Kang Emil sapaan Ridwan Kamil, akan memulai rangkaian Uji Klinis Vaksin COVID-19 Produksi Sinovac pada Selasa (25/8/2020).

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Hermansyah mengatakan, sebelum penyuntikan dilakukan, Kang Emil akan menjalani pemeriksaan fisik dan uji usap (Swab Test) Polymerase Chain Reaction (PCR).

”Kunjungan pertama, Bapak Gubernur akan diperiksa kondisi fisik dan diambil Swab-nya. Jika hasilnya Negatif, tiga hari kemudian. Pak Gubernur menjalani proses Penyuntikan. Proses uji klinis Bapak Gubernur tidak dapat diliput secara langsung oleh media,” kata Hermansyah di Kota Bandung, Senin (24/8/2020).

Hermansyah menyatakan, keikutsertaan Kang Emil sebagai Sukarelawan Uji Klinis. Untuk meyakinkan masyarakat, bahwa uji klinis vaksin dilakukan secara ilmiah.

“Pemerintah memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui proses yang kita tunggu-tunggu, yakni adanya Vaksin Covid-19,” ucapnya.

Sambil menunggu tahapan uji klinis selesai dan Vaksin Covid-19 dapat diproduksi. Hermansyah meminta masyarakat disiplin terapkan Protokol Kesehatan. Sebab, cara terbaik melawan COVID-19 saat ini, adalah memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan Dengan Sabun.

“Implementasi Protokol Kesehatan, disiplin pakai Masker, Jaga Jarak, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan syarat wajib sebelum Vaksin Covid-19 ditemukan,” katanya.

Juru bicara Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Rodman Tarigan mengatakan, selama Uji Klinis, Sukarelawan melakukan lima kunjungan penelitian. Pada kunjungan pertama, sukarelawan akan mendapatkan penjelasan mengenai alur uji klinis dan Swab Test.

“Hasil tes akan diumumkan 2-3 hari. Jika hasil tes Positif, sukarelawan tidak bisa ikut uji klinis. Kalau hasilnya negatif, bisa ikut dalam proses penelitian selanjutnya,” kata Rodman.

Pada kunjungan Ke-Dua, kata Rodman, Sukarelawan akan kembali mengikuti tes kesehatan fisik dan Rapid Test. Jika hasil tes memenuhi syarat dan hasil Rapid Test Nonreaktif, Penyuntikan Vaksin Covid-19 atau Plasebo dapat dilakukan.

“Setiap suntikan terdapat reaksi dalam waktu 30-40 menit. Jadi, kami menyediakan tempat Observasi. Apabila tidak terjadi gejala, sukarelawan dapat pulang,” katanya.

Rodman mengatakan, Penyuntikan Vaksin Ke-Dua akan dilakukan dua pekan setelahnya. Kemudian, Sukarelawan wajib menjalani dua kunjungan lagi untuk mengetahui reaksi vaksin terhadap kondisi kesehatan. Jika terjadi reaksi, seperti Demam, Batuk, Pilek dan Sakit Tenggorokan, Sukarelawan diminta melapor kepada Tim Uji Klinis.

“Kondisi kesehatan Sukarelawan akan dipantau secara intensif oleh Tim Uji Klinis,” ucapnya.

Proses Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fase Ke-Tiga ini, akan berjalan selama enam bulan atau hingga akhir 2020. Jika berjalan lancar, rencananya Caksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal di awal 2021.(Lenterajabarsiberindo).

Related Articles

Antisipasi Kembali Melonjaknya Kasus COVID-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Terus Digencarkan

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- PANDEMI COVID-19 kembali mengalami lonjakan kasus di beberapa negara tetangga.Satu diantaranya Singapura yang penduduknya sangat disiplin protokol kesehatan. Meski secara umum cakupan...

Keterikatan Alumni SATAS Atau SMAN 1 Tasikmalaya, Dengan Almamaternya Sangat Menakjubkan

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- SAAT menyoroti Alumni SMAN 1 Tasikmalaya, Anda mengatakan, jika memahami filosofinya yang berdiri tahun 1956, artinya usia SATAS (Sebutan: Sekolah SMAN...

SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Berawal Dari Visi Yang Menjadi Dasar, Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

TASIKMALAYA KOTA, BEREDUKASI.Com -- LAHIRNYA kebijakan mutu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari Visi. Dan itu menjadi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Antisipasi Kembali Melonjaknya Kasus COVID-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Terus Digencarkan

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- PANDEMI COVID-19 kembali mengalami lonjakan kasus di beberapa negara tetangga.Satu diantaranya Singapura yang penduduknya sangat disiplin protokol kesehatan. Meski secara umum cakupan...

Keterikatan Alumni SATAS Atau SMAN 1 Tasikmalaya, Dengan Almamaternya Sangat Menakjubkan

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- SAAT menyoroti Alumni SMAN 1 Tasikmalaya, Anda mengatakan, jika memahami filosofinya yang berdiri tahun 1956, artinya usia SATAS (Sebutan: Sekolah SMAN...

SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Berawal Dari Visi Yang Menjadi Dasar, Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

TASIKMALAYA KOTA, BEREDUKASI.Com -- LAHIRNYA kebijakan mutu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari Visi. Dan itu menjadi...

Dengan Hadirnya Tiga Penyanyi Pendatang Baru Berkarakter Keren, Siap Meramaikan Musik Indonesia

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- SIAPA bilang wabah Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan membuat Seniman Musik mati angin dan tidak produktif. Adalah Arsya Composer, Musisi Muda...

Mancing Bersama Adalah Bentuk Ikatan Sosialisasi, Antara Pejabat dan Masyarakat

KABUPATEN TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- DALAM sebuah event pertandingan, Jabatan menjadi taruhan suatu keberhasilan. Namun dalam silaturahmi, hal itu tidak berlaku, tapi menjadi sebuah alat...