21.4 C
Indonesia
Wednesday, 29 September 2021

Bupati Bandung Barat Apresiasi “Kampung Kurang Sampah” Di Cisarua……..!

Bandung Barat, BEREDUKASI.Com — BUPATI Kabupaten Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna meresmikan “Kampung Kurang Sampah” di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (14/7/2020).

Dalam acara tampak pula hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Apung Hadiat Purwoko, Adm Perum Perhutani Bandung Utara Komarudin, Kapolsek Cisarua, Camat Cisarua, para Kades Se-Kecamatan Cisarua, serta tamu undangan dan warga sekitar.

“Hari ini saya bisa hadir disini selain karena tergerak dengan permintaan Kades. Yang meminta untuk meresmikan “Kampung Kurang Sampah”, juga karena bangga ada pihak yang mau berinovasi mengenai penanganan sampah di Bandung Barat,” papar Umbara, dalam pembukaan sambutannya.

“Diresmikan hari ini dan kita akan pantau selama 3-6 bulan kedepan. Apakah sampah-sampah yang dibakar disini nantinya bisa berguna dijadikan Pupuk Organik atau yang lainnya. Jika bisa, maka akan kami beri penghargaan yang nantinya bisa menjadi contoh bagi Desa lainnya,” lanjut Umbara.

Bupati menambahkan, sampah bisa dikurangi dengan adanya Inovasi. Dengan mengurangi sampah artinya lingkungan bisa menjadi bersih, terlebih Bandung Barat terkenal dengan Festinasi Wisata-nya.

“Kalau bisa bukan cuma berkurang, namun benar-benar bebas sampah. Karena banyak manfaat bisa didapatkan dari hasil pengolahan sampah. Produk olahan sampah itu banyak seperti Briket, Kompos dan juga bisa dijadikan Biogas sebagai Energi Bahan Bakar Rumah Tangga,” terangnya.

Satu hal menarik disebutkan oleh Umbara bahwa kedepannya, wilayah Cisarua, Lembang dan Parongpong. Akan menjadi wilayah teramai, karena sudah dipersiapkan banyak pembangunan. Namun tertunda karena adanya Pandemi Covid-19.

“Tahun ini kita akan coba anggarkan melalui DLH untuk 7 Desa. Dengan Desa Kertawangi sebagai “Pencetus Kampung Kurang Sampah”. Kita (Pemda KBB) akan siapkan sarana dan prasarananya. Jika berhasil, mungkin nantinya semua wilayah akan melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala DLH KBB Apung Hadiat Purwoko menyatakan. Bahwa dengan adanya “Kampung Kurang Sampah” ini. Adalah salasatu bukti Inisiatif seorang Pemimpin yang Inovatif dan menjadi Inisiator.

“Hadirnya Program “Kampung Kurang Sampah” di Desa Kertawangi. Adalah sebuah bukti Inisiatif seorang Pemimpin yang Inovatif dan menjadi Inisiator. Mudah-mudahan ini adalah langkah awal yang bisa ditiru oleh Desa lain, karena masalah sampah adalah masalah kita bersama,” ucapnya.

Sementara itu, kepala Desa Kertawangi, Yanto bin Surya (Steve Ewon) menyebutkan bahwa gagasan dirinya membuat “Kampung Kurang Sampah”, karena termotivasi dari Bupati yang setiap waktu mengkampanyekan tentang pentingnya menjaga kebersihan.

“Saya merasa tergerak dan berfikir bagaimana caranya, agar bisa menjadi solusi bagi Bandung Barat untuk masalah sampah. 6 bulan yang lalu di belakang rumah saya, banyak sekali tumpukan sampah. Setelah sebulan bersama rekan-rekan rutin membersihkan sampah tersebut, sampah-sampah itu kemudian dipungut lalu dibakar, akhirnya bersih”, terangnya.

“Seiring dengan berjalannya waktu dan dukungan semua pihak dan terutama elemen masyarakat. Akhirnya “Kampung Kurang Sampah” berhasil dibentuk.
Kedepannya, saya yakin dengan dorongan dan dukungan semua pihak dan masyarakat. Maka akan mampu menyelesaikan masalah sampah di Bandung Barat,” tegas pria yang juga dikenal sebagai Aktivis Lingkungan ini. (Intan).

Related Articles

Antisipasi Kembali Melonjaknya Kasus COVID-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Terus Digencarkan

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- PANDEMI COVID-19 kembali mengalami lonjakan kasus di beberapa negara tetangga.Satu diantaranya Singapura yang penduduknya sangat disiplin protokol kesehatan. Meski secara umum cakupan...

Keterikatan Alumni SATAS Atau SMAN 1 Tasikmalaya, Dengan Almamaternya Sangat Menakjubkan

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- SAAT menyoroti Alumni SMAN 1 Tasikmalaya, Anda mengatakan, jika memahami filosofinya yang berdiri tahun 1956, artinya usia SATAS (Sebutan: Sekolah SMAN...

SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Berawal Dari Visi Yang Menjadi Dasar, Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

TASIKMALAYA KOTA, BEREDUKASI.Com -- LAHIRNYA kebijakan mutu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari Visi. Dan itu menjadi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Antisipasi Kembali Melonjaknya Kasus COVID-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Terus Digencarkan

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- PANDEMI COVID-19 kembali mengalami lonjakan kasus di beberapa negara tetangga.Satu diantaranya Singapura yang penduduknya sangat disiplin protokol kesehatan. Meski secara umum cakupan...

Keterikatan Alumni SATAS Atau SMAN 1 Tasikmalaya, Dengan Almamaternya Sangat Menakjubkan

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- SAAT menyoroti Alumni SMAN 1 Tasikmalaya, Anda mengatakan, jika memahami filosofinya yang berdiri tahun 1956, artinya usia SATAS (Sebutan: Sekolah SMAN...

SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Berawal Dari Visi Yang Menjadi Dasar, Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

TASIKMALAYA KOTA, BEREDUKASI.Com -- LAHIRNYA kebijakan mutu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari Visi. Dan itu menjadi...

Dengan Hadirnya Tiga Penyanyi Pendatang Baru Berkarakter Keren, Siap Meramaikan Musik Indonesia

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- SIAPA bilang wabah Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan membuat Seniman Musik mati angin dan tidak produktif. Adalah Arsya Composer, Musisi Muda...

Mancing Bersama Adalah Bentuk Ikatan Sosialisasi, Antara Pejabat dan Masyarakat

KABUPATEN TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- DALAM sebuah event pertandingan, Jabatan menjadi taruhan suatu keberhasilan. Namun dalam silaturahmi, hal itu tidak berlaku, tapi menjadi sebuah alat...