21.4 C
Indonesia
Wednesday, 29 September 2021

Dengan Beribadah Di Rumah, Maka Warga Muslim Juga Turut Berkontribusi Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19……….!

Bandung, BEREDUKASI.Com — KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, KH. Miftah Faridl menyerukan, agar Umat Muslim bisa lebih disiplin mengikuti anjuran Pemerintah. Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yakni dengan Beribadah di Rumah. Pada situasi Pandemi Virus Corona ini, beribadah di rumah tidak mengurangi keutamaan pahala saat Ramadan.

Dengan Beribadah di Rumah, maka Warga Muslim juga turut berkontribusi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan kata lain, ikut menyelamatkan nyawa jemaah lainnya dari ancaman Virus Corona.

“Kalau berhitung pahala, kita juga dapat pahala yaitu menyelamatkan orang dari kemungkinan penularan dan menyelamatkan diri. Jangan sampai menularkan sesuatu kepada orang lain. Itu perintah Agama,” ucap Miftah di Kantor MUI Kota Bandung, Jalan Sadang Serang, Kamis (23/4/2020).

Miftah berharap masyarakat Kota Bandung bisa dengan bijak dan ikhlas menyikapi anjuran Pemerintah. Untuk tetap beribadah di rumah selama Ramadan ini. Dengan begitu, masa PSBB tak sampai diperpanjang dan masyarakat bisa kembali beribadah berjemaah.

“Tidak ada niat sama sekali dari Pemerintah atau dari siapapun. Untuk kita menjauhi Masjid ini. Sekali lagi, ini sementara. Demi keselamatan bersama melaksanakan perintah Allah,” tegasnya.

Miftah menyarankan agar beragam kegiatan Ramadan, semisal Kajian ataupun Tausiyah bisa dilakukan secara Daring atau memanfaatkan Media Elektronik lainnya. Sehingga, jemaah tetap bisa meraih banyak ilmu serta manfaat di Ramadan namun tetap menghindari kerumunan.

Selain itu, sambung Miftah, dengan Beribadah di Rumah. Justru memiliki keunggulan, karena bisa lebih leluasa dan semakin khusyuk. Umat muslim pun bisa memperkokoh ketahanan keluarga.

“Menghadapi bulan yang Istimewa Bulan Suci Ramadan, tentu kita harus laksanakan dengan tetap baik. Hanya mungkin berbeda dengan Ramadan yang lalu yaitu menyangkut kerumunan jemaah. Mari kita sikapi dengan penuh keikhlasan biasa tarawih di masjid kita alihkan ke rumah. Insyaallah banyak hikmahnya dekat dengan keluarga,” terangnya.

Tidak hanya itu, Miftah menyebut, wabah Covid-19 juga sebagai ujian bagi umat muslim yang diberi rezeki berlebih agar bisa berbagi bersama warga lainnya. Umat muslim yang mampu harus membantu warga yang mengalami penurunan kekuatan ekonomi lantaran terdampak Covid-19.

“Ini kesempatan diuji Allah. Sampai seberapa jauh kita punya perhatian untuk menolong saudara saudara dan tetangga kita. Pemerintah sudah turun tangan mengalokasikan dana untuk menolong saudara kita yang ada kesulitan ekonomi. Tapi saya yakin itu tidak cukup,” ungkapnya.

Miftah juga mengingatkan kepada umat muslim tidak menjadikan anjuran ini sebagai sumber perdebatan yang dapat memancing problematika. Apabila ada yang tetap ingin menyelenggarakan salat berjamaah, harap diingatkan secara santun.

“Terpenting itu adalah menyadarkan jangan sampai ada kesan melarang salat. Jangan sampai ada kesan seolah-olah menghindari masjid. Dikemas sedemikian rupa dengan pengertian dan penjelasan,” ujarnya. (asp/Ris).

Related Articles

Antisipasi Kembali Melonjaknya Kasus COVID-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Terus Digencarkan

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- PANDEMI COVID-19 kembali mengalami lonjakan kasus di beberapa negara tetangga.Satu diantaranya Singapura yang penduduknya sangat disiplin protokol kesehatan. Meski secara umum cakupan...

Keterikatan Alumni SATAS Atau SMAN 1 Tasikmalaya, Dengan Almamaternya Sangat Menakjubkan

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- SAAT menyoroti Alumni SMAN 1 Tasikmalaya, Anda mengatakan, jika memahami filosofinya yang berdiri tahun 1956, artinya usia SATAS (Sebutan: Sekolah SMAN...

SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Berawal Dari Visi Yang Menjadi Dasar, Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

TASIKMALAYA KOTA, BEREDUKASI.Com -- LAHIRNYA kebijakan mutu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari Visi. Dan itu menjadi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Antisipasi Kembali Melonjaknya Kasus COVID-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Terus Digencarkan

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- PANDEMI COVID-19 kembali mengalami lonjakan kasus di beberapa negara tetangga.Satu diantaranya Singapura yang penduduknya sangat disiplin protokol kesehatan. Meski secara umum cakupan...

Keterikatan Alumni SATAS Atau SMAN 1 Tasikmalaya, Dengan Almamaternya Sangat Menakjubkan

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- SAAT menyoroti Alumni SMAN 1 Tasikmalaya, Anda mengatakan, jika memahami filosofinya yang berdiri tahun 1956, artinya usia SATAS (Sebutan: Sekolah SMAN...

SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Berawal Dari Visi Yang Menjadi Dasar, Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

TASIKMALAYA KOTA, BEREDUKASI.Com -- LAHIRNYA kebijakan mutu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari Visi. Dan itu menjadi...

Dengan Hadirnya Tiga Penyanyi Pendatang Baru Berkarakter Keren, Siap Meramaikan Musik Indonesia

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- SIAPA bilang wabah Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan membuat Seniman Musik mati angin dan tidak produktif. Adalah Arsya Composer, Musisi Muda...

Mancing Bersama Adalah Bentuk Ikatan Sosialisasi, Antara Pejabat dan Masyarakat

KABUPATEN TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- DALAM sebuah event pertandingan, Jabatan menjadi taruhan suatu keberhasilan. Namun dalam silaturahmi, hal itu tidak berlaku, tapi menjadi sebuah alat...