29.4 C
Indonesia
Sunday, 14 August 2022
spot_img

Deni Ramdani Sagara Selama Satu Malam “Mondok Moek” Memperdalam Ilmu Agama Islam Di Ponpes Maniis…..!

Tasikmalaya, BEREDUKASI.Com – PONDOK Pesantren merupakan tempat untuk menimba, memperdalam Ilmu Agama Islam. Siapapun orang yang berniat untuk mempelajarinya pasti “Masantren.”

Tidak terkecuali Wakil Bupati Tasikmalaya terpilih antar waktu, Deni Ramdani Sagara selama satu malam dirinya “Mondok Moek” memperdalam Ilmu Agama Islam di Ponpes Maniis.

Pondok Pesantren yang dipimpin oleh Kyai Encep terletak di Desa di Kampung Maniis, Desa Karyawangi, Kecamatan Salopa. Dan suasananya masih murni alam Desa yang belum tersentuh Tekhnologi.

Dalam “Masantren-nya” itu, Deni berdialog soal ilmu agama dengan pimpinan Pondok Pesantren.

Bukan hanya itu, Deni berbaur dengan para Santri lainnya layaknya Santri Maniis.

“Saya melakukan shalat berjamaah Magrib, Isya dan Subuh. Bahkan Makan Nasi Liwet bersama-sama dengan Santri,” katanya pada BEREDUKASI.Com usai melakukan “Masantren,” Rabu (24/2/21).

Diakuinya, pihaknya merasa bersyukur sudah bisa menimba ilmu agama di Pesantren tersebut, meski waktunya singkat yakni satu malam.

“Meskipun hanya satu malam, tetapi sangat bermakna bisa mendapatkan ilmu yang luar biasa,” cetusnya lagi.

Dikatakannya, sebagai seorang Publik Figur dan Pemimpin, selain harus mengetahui ilmu agama juga dekat dengan masyarakat.

“Ya, ini dilakukan untuk meminta arahan dari para Ulama dan Kyai agar ketika memipin tidak salah jalan,” katanya.

Deni menjelaskan, meski jabatan Wakil Bupati hanya sebentar, yaitu mengisi posisi waktu kosong. Dirinya berusaha untuk menjadi Pemimpin yang amanah untuk kemaslahatan umat.

“Ini urusannya bukan hanya mempertanggung jawabkan di hadapan masyarakat Kabupaten, tetapi kepada Allah,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Maniis, Kiyai Encep, merasa bangga dengan Santri-nya yang juga sebagai Pejabat Tinggi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

“Mulanya saya kaget. Kow..sekelas Wakil Bupati mau Masantren disini,” aku Kiyai Encep, saat dikonfirmasi terkait kedatangan Deni Ramdani Sagara tersebut.

Disebutkan Kiyai Encep, sejak pertama kali berdiri, Pesantren yang sudah dikenal hingga Madura ini. Memiliki jumlah Santri yang dibatasi yaitu 50 orang.

“Dan ajaran yang disampaikan kepada Santri, lebih menekankan Ajaran Ilmu Thasawuf,” kata Kyai. (Ombik).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU