23.4 C
Indonesia
Tuesday, 31 January 2023
spot_img

Drs Suryadi M.Si “Penguatan Karakter lewat Pengehentian Bahasa Kasar dan Pembiasaan Bahas Santun” …!

Bandung, BEREDUKASI.Com — BERBAHASA santun, merupakan bagian dari moralitas dan nilai-nilai etis yang harus dimiliki oleh generasi muda calon penerus bangsa. Dan pemupukannya perlu dilakukan sedini mungkin. Sebab itu Dinas Pendidikan Kota Bandung bersama Kepala Bidang, Kepala Seksi, Perwakilan Mepala Gugus, Ketua K3S dari unsur program, Komunitas Literasi Infinity dan Tim Sekolah Ramah Anak mengadakan FGD persiapan “Deklarasi” Penghentian Bahasa Kasar dan Pembiasaan Bahasa Santun. Yang berlangsung beberapa waktu yang lalu di SMPN 2 Bandung, Jl. Sumatra no 42 Bandung.

Drs. Suryadi M.Si, Kasi Kelembagaan dan Peserta Didik Bidang PP SMP Disdik Kota Bandung. Mengatakan bahwa acara ini sebagai cara penguatan karakter siswa.

“Dalam acara ini, merupakan upaya menyepakati tentang tindakan revolusioner yaitu percepatan program prilaku yang santun. Meskipun pelajarannya sudah ada, namun hal ini di rasa perlu. Agar semakin sistematis dan upaya yang diistilahkan “memadamkan kebakaran” dari bahasa-bahasa yang kasar,” ungkapnya.

Dalam acara ini juga didiskusikan hal-hal yang dilakukan sebagai model yang tepat untuk mendukung Bandung Masagi.

“Kami ingin membuat deklarasi, langkah kongkritnya yaitu bersama guru, siswa dan stake holder  bekerja sama untuk melakukan  penghentian bahasa kasar. Dan selanjutnya membentuk “tim” atau “duta”. Juga satgas anak yang ikut mengawasi, agar melaporkan kepada guru jika ada anak yang berbahasa tidak baik,” tandasnya.

Disamping itu, Dinas Pendidikan juga, akan berkolaborasi dengan Tim Sekolah Ramah Anak yang kedepannya diterapkan di setiap sekolah. Dan dalam jangka waktu tertentu, akan diberikan penghargaan pada sekolah yang menerapkan secara intensif program tersebut.

“Program berbahasa santun ini sangat penting, karena di kota Bandung sudah darurat. Bahasa yang buruk juga bisa membuat masalah komunikasi bahkan perkelahian antar siswa,” ungkapnya.

Saat ini, secara komprehensif Dinas Pendidikan kota Bandung,  menfokuskan di sekolah. Karena jika anak-anak sudah santun di sekolah maka, ia akan terbiasa santun juga di lingkungan rumah dan masyarakat.

“Selain itu, pembiasaan berbahasa santun pun diperlu ada di sosial media. Dan secara Literasi perlu ada pendampingan, pelatihan yang bersifat menekan dan menghentikan bahasa yang kurang baik,” lanjut Suryadi.

Acara ini pun diharapkan dapat berkesinambungan lewat diskusi yang matang dan sistematis dan anak pun terbiasa mengucapkam kata terimakasih, tolong dan maaf. (Tiwi Kasavela)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU