21.4 C
Indonesia
Saturday, 3 December 2022
spot_img

Global Learning Festival 2018…..!

Bandung, BEREDUKASI.Com — GLOBAL Learning Festival 2018. Merupakan Ruang Belajar untuk menimba ilmu dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, pemahaman dan keahlian dari setiap komunitas.

Untuk kesekiankalinya sebuah kegiatan berkumpul untuk belajar, berbagi pengalaman dan memperkuat fasilitasi pada komunitas dari seluruh penjuru dunia. Dan sering dinamakan dengan sebutan “festival” berlangsung di Bandung.

Kegiatan ini sering disebut sebagai “festival” untuk belajar atau Global Learning Festival.  Kota yang ditunjuk untuk kegiatan ini yaitu Bandung-Indonesia. Dilaksanakan dari tgl  21 s/d 27 Oktober 2018.  Tempat penyelenggaraannya bertempat di Imah Seniman Resort Jl. Kolonel Masturi, Lembang l, Kabupaten, Bandung, Barat  Jawa Barat, Indonesia.

Indo Competence mendapatkan kehormatan untuk menjadi penyelenggara dengan dukungan dari Global Support Team (GST) dan beberapa komunitas yang menjadi sumber pembelajaran.

Peserta dan Komunitas Sumber Pembelajaran yang menjadi peserta merupakan perwakilan dari BKKBN Provins Jawa Barat, KPA Kota Bandung, KPA Provinsi Jawa Barat, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana Wilayah III Cirebon, Puskesmas Garuda Kota Bandung, Yayasan Srikandi Pasundan  Leuwisari Bandung, Sekolah Perempuan–PLN Dalam Kota Bandung, Warga Peduli Aids Sumur Bandung, Kota Bandung, Konfederasi Anti Pemiskinan  Bandung, Bel Competence, Indo Competence, Singapore Competence, Dutch Competence, Thai Competence, Maluku Competence, Guyana Competence, Nigeria Competence, Uganda Competence dan Global Support Team (Prancis, Inggris, Spanyol, Berlin).

Peserta yang hadir di acara Global Learning Festival 2018 jumlahnya 70 orang, kebanyakan dari luar Indonesia ada sekitar 55 orang. Sedangkan yang dari Indonesia sendiri sekitar 15 orang, seperti dituturkan oleh Wiwin Winarni selaku Ketua penyelenggara kegiatan GLF 2018.

Indo Competence sendiri berdiri sejak tahun 2009, merupakan sebuah organisasi non-pemerintah yang berafiliasi dengan flat from global  bernama The Constelation.  The Constellation. Menghubungkan respon local komunitas dengan menggunakan pendekatan SALT dan Community Life Competence Process (CLCP).

Seperti dijelaskan oleh Wiwin Winarni bahwa pendekatan CLCP adalah bentuk Siklus Pembelajaran. Dimana komunitas mengambil tindakan dan belajar dari pengalaman. Pembelajaran itu menjadi dasar untuk siklus aksi dan pembelajaran yang lain. Siklus ini berlangsung tanpa batas, tidak ada titik akhir.

Langkah-langkah siklus pembelajaran memungkinkan komunitas. Untuk membagi tantangan yang tampaknya, tidak dapat diatasi menjadi serangkaian langkah spesifik dan mudah dikelola.

“Meskipun kami menganggap CLCP sebagai implementasi Siklus Pembelajaran yang efektif. Pengalaman kami memberi tahu kami, bahwa itu tidak akan secara konsisten membuka pintu untuk perubahan. Selain itu, kami mendukung masyarakat, karena mereka menerapkan CLCP dengan pendekatan yang didasari oleh prinsip SALT. Dimana SALT itu adalah akronim untuk support/stimulate, appreciate, learn dan transfer,” paparnya.

Lebih jauh Wiwin Winarni menjelaskan, bahwa SALT mencoba menangkap cara berpikir tentang CLCP. SALT berusaha menghargai kekuatan. Ketika kita menghargai kekuatan, kita mengakui bahwa orang memiliki kapasitas untuk bertindak. Dan mengakui bahwa mereka telah bertindak dengan sukses di masa lalu. Ini mengatakan kepada masyarakat bahwa Anda sudah berada dalam siklus pembelajaran dan disini adalah bagaimana Anda dapat terus memperbaiki situasi Anda melalui CLCP. Dan apresiasi kekuatan yang stabil memperkuat pengakuan itu. SALT mendukung kemajuan pada siklus belajar dalam berbagai cara.  SALT memulai proses pembelajaran dan kemudian mendukung komunitas melalui kerja keras dan tantangan atau kemunduran yang tak terelakkan yang mengarah pada Kompetensi Kehidupan. Dalam SALT dan CLCP kami memiliki kombinasi yang sangat indah dan kuat. (TSaf)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU