20.4 C
Indonesia
Tuesday, 4 October 2022
spot_img

Gubernur Jawa Barat Membagi Desa, Menjadi Tiga Jenis Berdasarkan Produk dan BUMDes-nya……!

Ciamis, BEREDUKASI.Com – KANG Emil sapaan akrab Gubernur Jawa ini, bertekad untuk mendongkrak Kesejahteraan Masyarakat Desa, melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurutnya, BUMDes yang sukses dan Juara adalah BUMDes yang sudah “Digital” dan “Bintang Lima”. Caranya, BUMDes disinkronkan dengan program Desa Digital.

Terapkan program tersebut,  Ridwan Kamil mengimbau para koordinator BUMDes dan para Kepala Desa. Agar segera membuatkan akun media sosial, dan memposting potensi-potensi unggulan daerahnya.

Selain itu, Emil juga meminta agar potensi-potensi tersebut didata, kemudian diklasifikasikan. Sehingga dapat mempermudah pihak Pemdaprov Jabar dalam menyalurkan jenis bantuan yang paling tepat bagi Desa tersebut.

“Kita ada program Desa Digital. Tiap Desa di Ciamis harus segera membuat akun “Medsos” dan “Website”. Dan posting potensi Desa-nya. BUMDes-nya juga harus punya “Medsos”. Jadi mudah dilihat potensinya apa saja yang dimiliki Desa tersebut,” ujar Emil, saat memberikan arahan dihadapan para pengurus BUMDes Se-Kabupaten Ciamis, di BUMDes Sari Mandiri, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Minggu (20/1/19).

“Kenapa perlu klasifikasi…..? Supaya bisa ditolong “sesuai penyakitnya”. Kalau tidak begitu, akan susah menyesuaikan nanti, butuhnya apa..?,” katanya.

Kang Emil membagi Desa menjadi tiga jenis, berdasarkan produk dan BUMDes-nya yakni Zona Merah bagi Desa yang tidak memiliki perusahaan (BUMDes), Zona Kuning untuk Desa yang sedang memproses ataupun mengembangkan BUMDes-nya, serta Zona Hijau bagi Desa yang telah memiliki BUMDes dan sudah beroperasi.

Lebih jauh, Emil juga membagi BUMDes yang sudah berada di Zona Hijau menjadi lima klasifikasi. Berdasarkan penghasilannya yaitu BUMDes bintang satu yang beromset jutaan hingga belasan juta rupiah. BUMDes bintang dua yang beromset puluhan juta rupiah, BUMDes bintang tiga yang beromset ratusan juta rupiah, BUMDes bintang empat yang beromset milyaran rupiah, serta BUMDes bintang lima yang beromset puluhan milyar rupiah.

Bagi Emil, membangun BUMDes bintang lima bukanlah hal yang mudah. Namun bukan berarti pula hal yang mustahil dilakukan. Hal tersebut, kata Emil, mampu dicapai jika masyarakat Desa mulai mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Untuk itu, Emil telah menyiapkan sebuah inovasi, dimana para mahasiswa yang baru lulus, diwajibkan untuk bekerja di BUMDes sementara waktu, guna mengajarkan penggunaan teknologi digital.

“Nanti saya (berencana) wajibkan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan masih yang baru lulus, untuk bekerja di BUMDes-BUMDes. Supaya bisa mentransformasikan produk Go Digital,” kata Emil.

Bagi Desa-Desa yang tidak memiliki potensi maupun produk sendiri. Emil menyarankan untuk tetap membangun BUMDes. Nantinya, pihaknya akan mencarikan pembeli, untuk kemudian dipilihkan BUMDes mana yang akan memproduksi pesanannya. Bahan dan pelatihan akan difasilitasi oleh pihak Pemprov Jabar. (Nang)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU