20.4 C
Indonesia
Monday, 8 August 2022
spot_img

Hadi Ismaya “Punduh” Sadalewih, Kabupaten Tasikmalaya, Pemegang Proyek Bronjongmisasi…….!

Kabupaten Tasikmalaya, BEREDUKASI.Com – MUSIM penghujan merupakan ancaman terjadi bencana alam. Satu diantaranya adalah terjadinya tanah longsor.

Demikian disebutkan Hadi Ismaya Punduh Sadalewih, Desa Puteran, Kecamatan Pegerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (26/8/21).

Dijelaskan, meski musim penghujan baru di mulai, namun antisifasi penanggulangan bencana harus dilakukan sedini mungkin.

“Hujan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya sudah mulai mengguyur meski intensitasnya kecil,” kata Hadi yang juga pemegang proyek pengerjaan Bronjongmisasi tersebut.

Inti artinya, tambahnya, tidak ada kata terlambat dalam upaya penanganan terjadinya tanah longsor di wilayah rawan.

Sementara itu, pengerjaan Proyek Bronjongmisasi di jalur Sadalewih-Pasir Kirisik merupakan proyek lanjutan yang tertunda dari pengerjaan sebelumnya.

Yaitu, tambahnya, pengerjaan yang dilakukan oleh BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa).

Sejumlah titik tebing yang dianggap rawan di jalur tersebut menjadi prioritasnya. Karena resapan air hujan langsung menyerap ke tanah tidak ada penghalang atau penahan.

“Tebing yang rawan longsor merupakan tanah labil. Artinya tekstur tanah di kawasan itu tidak stabil,” imbuhnya.

Ini disebabkan, jelasnya dampak dari kurangnya pohon keras yang di tanam dan tumbuh di sepanjang jalur Sadalewih-Pasir Kirisik.

Proyek pengerjaan tersebut ditargetkan rampung 30 hari ke depan.

Lebih lanjut disebutkan, program pengerjaan Bronjongnisasi diberi nama Pisew. Alasannya para pekerja dihimpun dari dua wilayah yakni Sadalewih dan Guranteng.

“Kita himpun para tukang yang ahli di bidangnya. Dan kita pantau terus dalam pelaksanaanya,” jelasnya lagi. (Ombik).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU