23.4 C
Indonesia
Tuesday, 31 January 2023
spot_img

Hasil Temuan “Tim Investigasi” Kebocoran USBN Jabar. Hasilnya Tidak Boleh Dipaparkan….!

Bandung, BEREDUKASI.Com — KETUA Tim Investigasi Kebocoran Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yaitu Husein R Hasan. Akhirnya telah selesai menjalankan tugasnya melakukan investigasi.

Tetapi kata Husein, tidak berkenan memaparkan hasil temuan Tim Investigasi ini, dengan alasan  pihak Kepolisian tengah melakukan penyelidikan.

Menurut Husein, Tim Investigasi ini telah mengunjungi dan melakukan penyelidikan di empat sekolah, yaitu  SMAN 5, SMAN 16, SMAN 3 dan SMAN 20 Bandung.

Namun di ke-empat sekolah tersebut, tidak ditemukan adanya kebocoran, walaupun kebocoran bisa saja terjadi.

“Kami selaku Tim Investigasi, tidak memiliki kompetensi sampai melakukan penyidikan. Sebab itu sudah masuk ke ranah aparat Kepolisian. Jadi kami tidak bisa mengatakan, ada tidaknya kebocoran atau siapa pelaku yang membocorkan soal USBN tersebut,” kata Husein.

Husein juga mengatakan, kalau diamati dari hasil USBN. Ternyata hasil rata-rata nilai siswa terbilang normal. Walaupun ada beberapa yang mendapatkan nilai sempurna, karena siswa tersebut memang sudah berprestasi sebelumnya.

Saat ini baru ada satu temuan, SMA Swasta yang diduga kuat terjadinya kebocoran. Hal itu, Kami temukan berdasarkan laporan Pengawas Sekolah yang menemukan. Ada siswa didik yang membawa HP saat ujian. Padahal aturan tidak boleh dan saat dilihat Pengawas. Siswa didik itu sedang mengakses kunci jawaban dari HP-nya,” jelas Husein.

“Namun, jika ditemukan siswa didik nilainya cukup signifikan, tentunya perlu ada pengulangan. Tetapi sampai saat ini, Kepala Dinas Pendidikan Jabar. Belum mengeluarkan kebijakan untuk dilakukan ujian ulang,” ujarnya lagi.

Husein juga mengatakan, kedepan tentunya perlu dikaji ulang SOP (Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan USBN.

Tim menyarankan, penyusunan soal USBN, seluruhnya dikelola oleh Sekolah. Dan merekomendasikan pelaksanaan USBN berbasis komputer, memperbaiki mekanisme pendistribusian soal ke sekolah. Serta pemperketat penyelenggaraan USBN. Hal ini sebagai langkah antipasi mencegah kebocoran.

“Diperketat proses penyelenggaraan USBN di sekolah, mulai dari perencanaan, pembuatan soal, pendistribusian soal hingga pelaksanaan ujian. Dan tidak diperlukan lagi distribusi soal yang melibatkan terlalu banyak pihak,” tandasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah Ketua FAGI (Forum Aksi Guru Indonesia) Iwan Hermawan mengatakan, berdasarkan hasil investigasi dan data yang dimiliki oleh FAGI. Pihaknya sangat yakin telah terjadi kebocoran soal dan kunci jawaban USBN 2018 di Jabar.

Bahkan FAGI mengendus adanya indikasi “maladministrasi” yang dilakukan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Dalam kasus kebocoran USBN SMA/SMK 2018 di Jabar.

“Adapun “maladministrasi” yang dimaksud adalah kesalahan dalam menerjemahkan Pos USBN,” ujar Iwan Hermawan kepada para wartawan.

Saat ditanya, kapan hasil Tim Investigasi akan disampaikan ke DPRD Jabar melalui Komisi V, Iwan mengatakan, menurut rencana akan dilaporkan ke Komisi V pada hari Senin (9/4/18).

Dalam rapat di Komisi V nanti, FAGI akan membuka dan beberkan bukti dan pengakuan dari pihak Sekolah yang dimaksud. Namun, Iwan masih belum berkenan menyebutkan, di sekolah mana yang  jelas-jelas terjadi kebocoran. (Red)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU