27.4 C
Indonesia
Saturday, 23 October 2021

Industri Film Dirugikan Oleh Pembajakan……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com – PEMBAJAKAN masih menjadi musuh besar bagi Industri Ekonomi Kreatif,
termasuk Industri Perfilman Nasional.

Melansir Data dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) yang digelar di Jakarta, Medan, Bogor dan Deli Serdang pada tahun 2017, potensi kerugian yang diakibatkan oleh Pembajakan Film, diprediksi mencapai
lebih dari Rp.1,4 triliun.

Pengunduhan konten secara Ilegal ditengarai menjadi salasatu penyebab
kerugian tersebut.

Mira Lesmana, Filmmaker, Dewan Pembina APROFI, menyatakan, “Pembajakan harus kita hadapi dengan serius. Ini adalah persoalan dan kerugian bersama. Industri Film dirugikan oleh pembajakan, karena
terancam penghasilannya. Artinya semua pekerjaan terkait Pembuatan Film juga terancam, mulai dari Produser, Aktor sampai ke Catering hingga ke Supir Transportasi Produksi.

Ini berlaku untuk berbagai
Industri yang menghadapi Pembajakan. Kita harus menindak tegas para Pembajak dan bersama bergerak
mengubah Mindset masyarakat. Dengan terus memberi pemahaman tentang pentingnya menghormati Hak Kekayaan Intelektual.

Selaras dengan pernyataan Mira, Edwin Nazir, Ketua Umum APROFI menyatakan, “Pembajakan itu sama
dengan mencuri, yang dicuri adalah Hak Kekayaan Intelektual. Karena itu, pembajakan harus ditindak tegas. Akibat pembajakan, kerugian Industri Film Nasional mencapai Rp.5 Triliun setiap tahunnya”.

Chand Parwez Servia, Ketua Badan Perfilman Indonesia, turut angkat bicara terkait Pembajakan, “Pembajakan adalah tindakan pelanggaran hukum yang harus segera dihentikan. Melalui tindakan hukum kepada Pelaku dan Sosialisasi kepada Pengguna. Sudah saatnya seluruh Insan Perfilman bersuara, agar
semua pihak menyadari Strategisnya Perfilman Masional, dan Supremasi Hukum harus ditegakkan. Untuk
melindungi Hak Kekayaan Intelektual dari Karya Kreatif Anak Bangsa yang selama ini jadi Cagar Budaya Indonesia”.

Karenanya, para Pelaku Industri Film Nasional mendukung dan mengapresiasi penuh seluruh upaya melawan Pembajakan. Salasatunya langkah tegas yang diambil oleh Angga Dwimas Sasongko, CEO dan
Founder Visinema sekaligus anggota APFI (Asosiasi Perusahaan Film Indonesia) dalam memerangi Pembajakan.

Para Pelaku Industri Film Nasional berharap langkah ini dapat menjadi babak baru perlawanan para Seniman dan Kreator terhadap pembajakan.

Langkah penting ini juga diharapkan dapat menempatkan landasan dalam membangun Budaya Menonton Secara Legal. Dengan membangun Budaya Menonton Konten Secara Legal, masyarakat tidak hanya memberikan apresiasi bagi Karya Pekerja Seni namun juga turut mendorong Pertumbuhan Film Harapan Anak Negeri.

Lebih lanjut, HB Naveen dari Falcon Pictures sekaligus anggota APFI mengajak banyak pihak. Untuk bahu membahu memberantas Pembajakan, “Tindakan Pembajakan seringkali disengaja, namun terkadang
tidak disengaja. Karena ketidaktahuan dan popularitas di Media Sosial. Karena itu, seluruh Stakeholder mulai dari Aktor, Sutradara, Rumah Produksi (Nasional maupun Internasional), Bioskop, OTT, Jaringan
Televisi, Pemerintah melalui Kementerian yang berwenang serta Lembaga lainnya seperti Kepolisian dan Kantor Pajak. Harus bersatu dalam memerangi kejahatan ini.

Bersama kita dapat membangun Satuan Tugas Pemberantasan Pembajakan dengan kesamaan Misi, Dedikasi para Pejabat Terpilih, Protokol dan Misi yang baik kita dapat terus berjuang. Menyatukan tekad dan langkah nyata bersama tentu akan lebih
kuat dibanding melangkah secara terpisah.

Djonny Syafruddin, selaku Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia menambahkan, “Pembajakan sudah menjadi masalah lama bagi Industri Perfilman Nasional, untuk itu kita harus terus
konsisten melakukan upaya untuk memberantas Pembajakan dan tidak setengah–setengah”. (Ris).

Related Articles

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

Penipuan Di Ranah Digital.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- SEIRING dengan berkembangnya teknologi, penipuan di ranah digital semakin marak terjadi. Karenanya, seseorang perlu senantiasa menjaga keamanan identitas digitalnya kapanpun.Tak terkecuali...

Permohonan Pengujian Judicial Review UU PERS No. 40 Tahun 1999 Di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Harus Ditolak.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- HARI Senin, 11 Oktober 2021, telah dilangsungkan Persidangan Pleno Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dalam perkara dengan Nomor 38/PUU-XIX/2021,...