20.4 C
Indonesia
Saturday, 19 June 2021

Ini Cerita Ketika SMSI Baksos Membuatkan MCK:

“Kami tidak perlu BAB ke sawah lagi,” ujar warga…….!
“Kaki saya sering menginjak “kotoran”, di sawah saya sendiri,” ujar pemilik sawah, sambil tertawa….!

photostudio 1612688222096 1Serang, BEREDUKASI.Com – “DULU kalau mau buang air di sawah, pulang kalau mau “cebok”,” ujar Artanti, sambil tertawa malu saat ditanya tempatnya dan keluarga buang air besar. Ketika rumah mereka di Kampung Jaha, Desa Pagar Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten belum memiliki MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Artanti yang mengaku lahir dan dibesarkan di Kampung Jaha tersebut, mengakui jika masyarakat di daerahnya memang banyak yang belum memiliki MCK terutama Kakus. Sehingga tak heran, setiap mau buang air besar mereka selalu mengungsi mencari tempat pembuangan ke sawah terdekat.

Menurut Artanti, kondisi perekonomian keluarga mereka yang saat itu belum memungkinkan membuat MCK, harus diterimanya dengan lapang dada. Karena itu, rutinitas BAB ke sawah sudah bukan menjadi hal yang aneh.

photostudio 1612688269739“Nggak bau kalau sudah biasa,” ujarnya tersenyum.

Menurut Artanti, saat hamil tua ia bahkan pernah BAB tengah malam ke sawah.

“Untuk penerangan, ya bawa senter lah sambil ditemani emak,” ujarnya.

Agar tidak merasa takut, Artanti mengaku selalu membawa telepon genggam setiap BAB ke sawah sebagai hiburan selama BAB.

Karena itulah, begitu keluarganya mendapatkan informasi mendapatkan bantuan MCK, Artanti mengaku keluarganya sangat bersyukur dan gembira.

“Waktu dengar dapat bantuan Alhamdulillah, udah gak harus ke sawah lagi,” ujar Artanti.

Hal serupa juga disampaikan penerima bantuan MCK lainnya, Subika. Wanita berusia 50 tahun ini mengaku ia dan suaminya memang harus ke sawah setiap hendak buang air besar.

“Di sawah sana buang air besarnya, jauh,” ujarnya.

Tapi, lokasi tempat pembuangan hajat yang dimaksud ternyata tempat yang terbuka, tanpa ada bilik pembatas. Karena itu, Subika mengaku harus mencari pohon sebagai tempat buang hajat agar tidak terlihat orang lain yang lewat.

“Di balik pohon pinggir sawah kalau beraknya,” ujarnya sambil tertawa.

Kalau hajatnya tersebut hendak dilakukan malam hari, ia terpaksa harus membangunkan suaminya untuk menemani sambil bawa senter untuk penerangan.

“Kalau lagi berak malam, bawa senter biar terang,” ujarnya.

Menurut Subika, ia dan suaminya sebenarnya berniat membuat WC sendiri, tapi karena tidak mempunyai uang rencana itu harus mereka kubur dalam-dalam.

“Wong Bapa gak kerja, cuma ngangon kerbau kakaknya. Makanya gak, ada uang buat kakus. Kalau ngangon kerbau, kalau kerbaunya beranak dua nanti yang satu buat kami,” ujarnya.

Subika mengaku saat ini ia hanya tinggal bersama suaminya, sedangkan anak mereka sudah memisahkan diri di rumah lain. Karena sudah menikah.

Pekerjaan suaminya sebagai pengangon kerbau yang hasilnya baru didapat jika kerbaunya melahirkan. Membuat dirinya harus membantu perekonomian keluarga.

“Bapak ngangon kerbau, nanti kalau melahirkan kerbau dua, yang satu buat kami. Untuk sehari-hari, bapak bantu “Nandur” upahnya lima puluh ribu. Sawah juga bantu di sawah,” ujarnya.

Karena itulah ia mengaku sangat gembira, rumahnya dibantu dibuatkan MCK.

“Terimakasih sudah dibantu. Kalau dulu kan harus ke sawah, sekarang sudah bisa di rumah aja,” ujar Subika, ditemui di teras rumahnya, Sabtu (6/2/2021).

Kegembiraan adanya bantuan MCK buat warga Kampung Jaha, ternyata bukan hanya dirasakan para penerima bantuan saja.

Markani, warga yang sehari-hari bekerja sebagai Petani dan tidak mendapatkan bantuan juga mengaku ikut gembira. Karena sawahnya yang biasa dijadikan tempat pembuangan hajat warga sekarang jadi bersih.

“Alhamdulillah sawah saya bersih jadinya, gak kotor kena “ini” warga,” ujarnya sambil tertawa.

Markani mengaku prihatin terhadap kondisi para tetangganya yang tidak mempunyai MCK. Sehingga harus buang air besar sembarangan.

photostudio 1612688538215“Sebenarnya kasihan melihat tetangga kalau belum punya WC, kalau buang “ini” (red. BAB) sembarangan. Jadi kelihatannya kagak enak, tapi gimana gitu,” kilahnya.

Sebagai pemilik sawah, Markani mengaku setiap hari harus melapangkan dada setiap kali melihat kotoran manusia di sawahnya.

“Saya pernah negor karena setiap hari ngeliat ada aja. Tapi gimana ya mau ngomong gak enak. Saya pernah kaki saya kena kotoran di galangan sawah saya,” ujarnya sambil tertawa lepas.

Markani mengaku berusaha memaklumi kondisi tersebut.

“Mau ngomong gimana, tapi gimana orang gak punya ya, kalau punya gak sampai ke sawah buang ininya,” ujar Markani sambil tertawa lagi.

Markani mengaku sangat bersyukur pada Hari Pers Nasional (HPN) 2021, SMSI membantu para warga dengan program Bakti Sosial. Apalagi, selain MCK, ruas jalan kampung mereka juga ikut dibangun.

“Lumayan jalan jadi bagus, enggak becek, enggak licin karena sudah diaspal. Dulu jalannya keliatan kumuh, sekarang sudah bagus. Terimakasih sudah bantu jalan kami,” ujarnya. (Ris).

Related Articles

Mang Oded Sampaikan Kisah Nabi Ibrahim AS, Sebagai Pengingat Agar Berqurban…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEKITAR satu bulan mendatang, Umat Islam diingatkan kembali pada sebuah peristiwa besar, yakni Iduladha. Pada Iduladha ini, warga Kota Bandung diimbau...

CATAT…..Ini Sejumlah Ruas Jalan Yang Disekat Selama Bandung Raya Siaga 1………!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PEMERINTAH Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung kembali mengingatkan warga terkait penutupan sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.Penyekatan dan penutupan ini, berkaitan...

Delon, Buka Sekolah Vokal, Targetnya Anak Didiknya Jadi Jawara Festival Nyanyi…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- MENYADARI hanya memiliki passion di dunia tarik suara, maka untuk Bisnis ia memiliki usaha di Pelatihan Vokal dengan nama Delon Vocal...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

FA A2 bjb Pesatkan UMKM serang foamboard 1
Pemerintah Desa Cijurey mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional HPN 2021
Pemerintah Desa Leuwiseeng mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional HPN 2021
STIE DHARMA NEGARA Menerima Mahasiswa Baru 2020
sma terbuka01 01 893x1024 768x881 1

BERITA TERBARU

Mang Oded Sampaikan Kisah Nabi Ibrahim AS, Sebagai Pengingat Agar Berqurban…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEKITAR satu bulan mendatang, Umat Islam diingatkan kembali pada sebuah peristiwa besar, yakni Iduladha. Pada Iduladha ini, warga Kota Bandung diimbau...

CATAT…..Ini Sejumlah Ruas Jalan Yang Disekat Selama Bandung Raya Siaga 1………!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PEMERINTAH Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung kembali mengingatkan warga terkait penutupan sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.Penyekatan dan penutupan ini, berkaitan...

Delon, Buka Sekolah Vokal, Targetnya Anak Didiknya Jadi Jawara Festival Nyanyi…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- MENYADARI hanya memiliki passion di dunia tarik suara, maka untuk Bisnis ia memiliki usaha di Pelatihan Vokal dengan nama Delon Vocal...

Dibalik Pembekalan Sinegritas Pengantar Kerja Pusat Dalam Era Digitalisasi, Ada Angklung Motivator Dan Lomba Masak…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- DALAM acara Sinegritas Pengantar Kerja Pusat Dalam Era Digitalisasi, tidak hanya sekedar pembekalan satu arah antar Narasumber dan Peserta yang terkesan...

Krisdayanti, “Sebagai Penyanyi Pendatang, Clarissa, Memiliki Paket Komplit”……..!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SEJAK Sekolah Dasar Clarissa sudah hoby bernyanyi, hanya saja ia belum berani untuk masuk Dapur Rekaman. Dan baru usia 18 tahun...
Beredukasi.com