21.4 C
Indonesia
Wednesday, 29 September 2021

Ini Kabar Gembira Bagi “Calon Pengantin”……..!

Bandung, BEREDUKASI.Com — Pemerintah Kota Bandung akan mengizinkan digelarnya Resepsi Pernikahan. Namun sebelum itu, Pemkot Bandung, akan terlebih dahulu melihat kesiapan para Pengelola Gedung yang biasa Menggelar Resepsi Pernikahan.

Pemkot Bandung ingin para Pengelola Gedung dan Penyelengara Acara (Event Organizer) siap melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, saat ini Kota Bandung masih menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. Salasatu pelonggaran pada PSBB Proporsional yaitu membolehkan kembali kegiatan Ekonomi yang tingkat penyebaran Covid-19 rendah. Hal itu pun dengan syarat hanya untuk 30 Persen dari kapasitas gedung atau bangunan.

Berkaitan dengan Resepsi Pernikahan, Yana menegaskan, para Pengelola Gedung dan Penyelenggara Acara juga wajib menggelar “Simulasi” pelaksanaan Protokol Kesehatan. Hal itu agar acara resepsi tetap bisa tergelar tanpa menimbulkan penularan baru Covid-19.

“Misalnya Buffet (Prasmanan) resikonya tinggi, tidak boleh langsung oleh tamu tapi disajikan petugas. Tadi kita juga sepakati “Flow” atau akses masuk dan keluar tidak boleh bertemu. Petugas juga memakai Sarung Tangan, Masker dan Face Shield untuk yang interaksinya dekat,” ucap Yana Mulyana, saat menerima Forum Aspirasi Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Bandung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Bandung, Balai Kota Bandung, Rabu (17/6/2020).

Perlu diketahui, Forum Aspirasi Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Bandung. Yang terdiri dari gabungan para pelaku usaha dari Wedding Organizer, Dekorasi, Katering dan Fotografi.

Yana mengatakan Resepsi Pernikahan termasuk kegiatan yang melibatkan banyak orang. Dengan interaksi yang cukup dekat. Sehingga perlu Standar Protokol Lesehatan yang sangat ketat.

“Untuk pemeriksaan tamu juga diterapkan Standar Protokol Kesehatan. Mulai masuk tamu periksa Suhu Tubuh dengan Thermo Gun. Kemudian undangan memakai Qr Code sebagai tanda bahwa ia memang tamu. Selain itu pelaminan juga dibuat trap (tangga) agar saat foto bersama tidak berjajar,” papar Yana.

Ia mengatakan, para Pengelola Gedung harus membuat surat permohonan ke Dinas terkait untuk Peninjauan, Simulasi dan Rekomendasi. Mereka juga harus membuat surat pernyataan kesiapan Standar Protokol Kesehatan.

“Kemungkinan nanti kalau ada masyarakat yang mengajukan resepsi.engajukan permohonan terlebih dahulu untuk adanya pengawasan. Pengawas tersebut dari petugas di kewilayahan. Diutamakan tempat Outdoor. Seperti Puri Suryalaya, kita akan lihat,” katanya.

Termasuk juga jika resepsi di rumah. Hal itu tetap wajib melaksanakan Protokol Kesehatan dan diawasi dengan ketat.

Sementara itu, Ketua Forum Aspirasi Pengusaha Jasa Pernikahan Kota Bandung, Aries Ismullah Ardiansyah mengatakan sejak awal pandemi di Indonesia, Pengusaha Jasa Pernikahan turut terdampak Covid-19.

“Kalau dari WO (Wedding Organizer) di Kota Bandung ada 200 lebih. Belum Organisasi lain seperti Katering. Jadi yang terdampak itu ada ribuan Pengusaha dan ribuan Pekerja. Itu bisa lebih banyak lagi karena satu Pengusaha Dekorasi saja, bisa ratusan pegawai,” katanya.

“Jadi tadi kami beraudiensi dengan Pemkot Bandung, semoga ada kelonggaran. Kami mengajukan protap kesehatan yang nantinya dipakai di acara Resepsi Pernikahan. Seperti Katering dari mulai “Loading” pengolahan makanan dan dari krunya menggunakan APD,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengaku juga tengah mencari jalan keluar dalam bentuk solusi dan inovasi dengan tetap menegakkan Protokol Kesehatan.

“Disbudpar juga sudah mengeluarkan beberapa Protap tentang kesehatan di Hotel, Restoran, kemudian Objek Wisata. Mungkin ke depan untuk Resepsi Pernikahan juga. Usaha Pariwisata yang lain ada 13 macam, wacananya kita akan coba juga Bioskop,” katanya.

Kenny mengimbau para Pelaku Usaha tetap meminimalisir penyebaran Covid-19. Sehingga dibutuh kerjasama dari pengelola tempat Usaha dengan menegakkan Protokol Kesehatan.

“Hal itu untuk menjamin keamanan pengunjungnya juga. Karena nanti ada Standar untuk Pariwisata namanya CHS, (Clean, Health and Safety). Itu menjadi Tiga Faktor utama yang akan diperhatikan, untuk menjamin kenyamanan Pengunjung atau Wisatawan yang datang ke Kota Bandung,” katanya. (agg).

Related Articles

Antisipasi Kembali Melonjaknya Kasus COVID-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Terus Digencarkan

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- PANDEMI COVID-19 kembali mengalami lonjakan kasus di beberapa negara tetangga.Satu diantaranya Singapura yang penduduknya sangat disiplin protokol kesehatan. Meski secara umum cakupan...

Keterikatan Alumni SATAS Atau SMAN 1 Tasikmalaya, Dengan Almamaternya Sangat Menakjubkan

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- SAAT menyoroti Alumni SMAN 1 Tasikmalaya, Anda mengatakan, jika memahami filosofinya yang berdiri tahun 1956, artinya usia SATAS (Sebutan: Sekolah SMAN...

SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Berawal Dari Visi Yang Menjadi Dasar, Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

TASIKMALAYA KOTA, BEREDUKASI.Com -- LAHIRNYA kebijakan mutu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari Visi. Dan itu menjadi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Antisipasi Kembali Melonjaknya Kasus COVID-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Terus Digencarkan

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- PANDEMI COVID-19 kembali mengalami lonjakan kasus di beberapa negara tetangga.Satu diantaranya Singapura yang penduduknya sangat disiplin protokol kesehatan. Meski secara umum cakupan...

Keterikatan Alumni SATAS Atau SMAN 1 Tasikmalaya, Dengan Almamaternya Sangat Menakjubkan

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- SAAT menyoroti Alumni SMAN 1 Tasikmalaya, Anda mengatakan, jika memahami filosofinya yang berdiri tahun 1956, artinya usia SATAS (Sebutan: Sekolah SMAN...

SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Berawal Dari Visi Yang Menjadi Dasar, Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendidikan

TASIKMALAYA KOTA, BEREDUKASI.Com -- LAHIRNYA kebijakan mutu di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari Visi. Dan itu menjadi...

Dengan Hadirnya Tiga Penyanyi Pendatang Baru Berkarakter Keren, Siap Meramaikan Musik Indonesia

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- SIAPA bilang wabah Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan membuat Seniman Musik mati angin dan tidak produktif. Adalah Arsya Composer, Musisi Muda...

Mancing Bersama Adalah Bentuk Ikatan Sosialisasi, Antara Pejabat dan Masyarakat

KABUPATEN TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- DALAM sebuah event pertandingan, Jabatan menjadi taruhan suatu keberhasilan. Namun dalam silaturahmi, hal itu tidak berlaku, tapi menjadi sebuah alat...