27.4 C
Indonesia
Wednesday, 28 September 2022
spot_img

Jangan Gegabah Ganti Nomor Urut Sekolah….!

BANDUNG, BEREDUKASI.Com — KEINGINAN Dinas Pendidikan Jawa Barat, untuk merubah nomor urut sekolah berdasarkan tahun berdirinya sekolah. Mendapat reaksi protes dari berbagai kalangan terutama dari para alumni sekolah masing-masing.

Beberapa waktu lalu pihak Disdik Jabar telah melaunching program perubahan nama dan nomor urut sekolah SMA/SMK, berdasarkan tanggal pendirian sekolah. Perubahan ini baru akan direalisasikan pada Juli 2018 mendatang atau tahun ajaran baru 2018-2019.

Namun, DPRD Jabar khususnya Komisi V sudah cukup banyak mendapatkan pertanyaan dari kalangan masarakat. Terutama dari alumni sekolah masing-masing.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yumanius Untung mengaku, mendapat beragam protes dari alumni sejumlah sekolah yang mempertanyakan perihal peralihan nama dan urutan sekolah. Mereka menilai nama sekolah lekat dengan sejarah.

“Saya mendapatkan protes dari teman alumni SMA dibeberapa sekolah. Karena akan berubah berdasarkan urut tahun. Urusannya bukan hanya nama, tapi sejarah. Sejarah itu tidak ditentukan tanggal kelahiran,” kata Untung, beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya perubahan nama dan urutan sekolah tidak sederhana, hanya berdasarkan tahun pendiriannya saja. Harus ada pertimbangan lain yang membuat kebijakan ini menjadi persoalan di masyarakat.

“Saya sudah menyampaikan ke Disdik Jabar untuk hati hati. Jangan terlalu menyederhanakan persoalan. Ini akan ada gejolak yang tidak perlu,” ungkap Yumanius.

Yumanius meminta Disdik Jabar jangan terburu-buru mempublikasikan mengenai wacana perubahan nama sekolah ini ke publik. Disdik Jabar harus mengkaji lebih matang mengenai berbagai konsekuensi dari kebijakan tersebut.

“Buat konsep yang matang, sebelum di-launching ke publik, tapi ini kan sudah di-launching ke publik, jadi ribut. Apa manfaatnya…? Kan harus ada perubahan dokumen, seragam dan identitas lainnya. Ini harus dipertimbangkan lagi,” papar Yumanius.

Disdik Jabar akan melakukan pengubahan nama dan urutan SMA sederajat secara serentak pada Juli 2018. Nama dan urutan baru disesuaikan dengan tahun pendirian sekolah masing-masing.

Kepala Disdik Jabar, Ahmad Hadadi mengatakan, urutan nama sekolah baru nantinya berdasarkan tahun pendirian sekolah. Misalnya SMAN 1 tentunya tahun pendiriannya lebih dulu dibanding SMAN 2 dan begitu seterusnya.

“Kami serentak di Jabar penamaan sekolah akan diubah diurut lagi. Jadi (pengubahan) SMA/SMK dan SLB, akan serentak dan berdasarkan tahun pendirian sekolah,” kata Hadadi.

Menurut Hadadi pengurutan nama-nama sekolah sesuai tahun pendirian sudah berjalan di beberapa wilayah perkotaan. Seperti Kota Bandung, Depok, Bekasi, Bogor dan Cirebon. Namun, untuk wilayah kabupaten belum dilakukan.

“Sebenarnya daerah perkotaan sudah tertib kayak Kota Bandung, Depok, Bogor, Bekasi, Cirebon. Nah Kabupaten Bandung, Bandung Barat yang belum,” ungkapnya.

Menurutnya pengubahan nama dan urutan sekolah tersebut, dilakukan untuk memudahkan pendataan di lapangan. Selain itu sebagai data pokok pendidikan yang akan dilaporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). (Red)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU