20.4 C
Indonesia
Thursday, 29 July 2021

Ketua Umum JPKL, Surati BPOM Terkait Label Peringatan Konsumen…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — DUNIA kesehatan sejak lama menghimbau agar masyarakat menghindari plastik mengandung BPA. Yang digunakan untuk kemasan makanan dan minuman. Hal ini dapat mengganggu kesehatan seperti pertumbuhan Hormonal hingga Kanker. Terutama bagi Bayi, Balita dan Ibu yang sedang Hamil.

“Di beberapa Negara, seperti di Eropa. Sebagian peraturan federal Negara Amerika, Negara Asia telah melarang penggunaan Kemasan Plastik yang mengandung BPA. Melalui Regulasi yang berkaitan dengan bayi dan balita,” terang Ketua Umum Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL), Roso Daras, melalui siaran pers yang diterima media, di Jakarta, Rabu (20/01/2021).

Karena dinilai urgennya masalah ini, JPKL selanjutnya berkirim surat kepada Kepala Badan POM, Dr. Ir. Penny K. Lukito MCP. Surat tersebut sekaligus sebagai bentuk permohonan kepada BPOM, terkait dengan pengaturan pencantuman peringatan konsumen pada kemasan Plastik Makanan dan Minuman yang mengandung BPA.

Surat senada juga dikirim ke Badan Standarisasi Nasional, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

“Jadi kami berkirim surat sekaligus memperkenalkan JPKL kepada sejumlah Lembaga tersebut.
Sebagai Organisasi Jurnalis yang sedang fokus menyoroti Kemasan Plastik yang mengandung BPA berbahaya,” papar Roso.

Dalam keterangan berikutnya, Ketua Umum JPKL menyampaikan penyesalan atas sikap Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN). Yang menekan pihak media, untuk menghapus atau menurunkan berita yang memuat bahaya BPA.

Kenapa hal itu disampaikan kepada BPOM. “Isi surat ASPADIN yang disampaikan kepada Media berlindung pada Legalitas BPOM dan SNI, serta Kemenperin RI dengan menyampaikan bahwa bahaya BPA adalah Hoax. Sungguh suatu hal yang sangat tidak terpuji,” ujar Roso.

Menurut Roso, adanya kemudahan akses informasi kesehatan yang didapat dari Media International dan Nasional membuat masyarakat makin sadar. Ada bahaya BPA dalam kemasan makanan dan minuman yang bersentuhan langsung pada konsumsi usia rentan yaitu Bayi, Balita dan Janin pada Ibu Hamil.

“Saat ini yang sedang di sorot adalah kemasan galon guna (Isi) ulang air minum. Mengapa galon guna (isi) ulang….? Ternyata tanpa disadari kemasan galon guna (isi) ulang adalah kemasan plastik mengandung BPA. Kemasan jenis ini mendominasi konsumsi air minum yang banyak dikonsumsi oleh segala usia setiap hari,” ungkapnya.

Mengenai bahaya kandungan BPA, kata Roso, sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Menurutnya di beberapa Negara sudah banyak penelitian dan regulasi yang mengatur BPA.

Walaupun BPOM telah mengatur batas persyaratan Artikel Monomer Bisfenol A (BPA) pada kemasan yang diperkenankan yaitu 0,6 bpj, maka sebaiknya untuk konsumsi Bayi, Balita dan Janin Ibu Hamil adalah tidak kompromi atau Zero paparan BPA, untuk adanya batas syarat kandungan BPA.

Roso juga menyampaikan bahwa ada hubungan antara Botol Bayi dengan sumber air yang dikonsumsi oleh Bayi, Balita dan ibu Hamil.

Jika Botol atau wadah minuman untuk usia rentan tersebut telah bebas BPA, kemudian kemasan susu juga sudah bebas mengandung BPA, tetapi sumber air dari kemasan galon guna (isi) ulang masih mengandung BPA, ini tetap berbahaya.

“Walaupun ada batas syarat kandungan 0,6 bpj, dapat dibayangkan dugaan atau kemungkinan terpaparnya BPA pada usia rentan tersebut, dan tentu saja hal ini tidak bisa ditolerir,”terang Roso.

Roso berharap dengan surat itu atas nama Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL), memohon agar BPOM RI dapat mengatur pencantuman peringatan konsumen. Pada label kemasan plastik makanan dan minuman yang mengandung BPA.

“Hal ini guna melindungi konsumen usia rentan yaitu Bayi, Balita dan Janin pada Ibu Hamil. Dari gangguan masalah kesehatan yang kurang mereka sadari,” ujar Roso menutup obrolannya. (Eddie Karsito).

Related Articles

Yana Terjun Sasar Jalanan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tak ingin membuang waktu dalam memberikan bantuan. Ketika Pemerintah Kota Bandung mendapatkan bantuan beras, dia...

bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Ajang Indonesia Financial Top Leader Award 2021……!

Bandung, BEREDUKASI.Com – bank bjb kembali menorehkan pencapaian Prestisius di pertengahan tahun 2021 ini dengan menerima penghargaan "Best Leader for Business Resilience Through Good...

Penyaluran Bansos PPKM Darurat Kota Bandung Sudah 99 Persen, Dan Terimakasih Do’a Warga Bandung Untuk Kesehatan Mang Oded…..!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PENYALURAN bantuan sosial untuk warga Kota Bandung terdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah mencapai 99 persen. Dari target sasaran sebanyak...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Yana Terjun Sasar Jalanan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tak ingin membuang waktu dalam memberikan bantuan. Ketika Pemerintah Kota Bandung mendapatkan bantuan beras, dia...

bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Ajang Indonesia Financial Top Leader Award 2021……!

Bandung, BEREDUKASI.Com – bank bjb kembali menorehkan pencapaian Prestisius di pertengahan tahun 2021 ini dengan menerima penghargaan "Best Leader for Business Resilience Through Good...

Penyaluran Bansos PPKM Darurat Kota Bandung Sudah 99 Persen, Dan Terimakasih Do’a Warga Bandung Untuk Kesehatan Mang Oded…..!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PENYALURAN bantuan sosial untuk warga Kota Bandung terdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah mencapai 99 persen. Dari target sasaran sebanyak...

Kunjungan ASPROKSI Ke PT. Lereng Datar Persada……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- UNTUK memastikan kelengkapan alat kesehatan dan penunjang kesehatan lainnya. Maka dr. Fazhra Fawwaz (Sekjen Asproksi) bekerjasama dengan Dirut PT. Restu Graha...

Pandemi Kian Memburuk, KT&G SangSang Volunteer Berikan Tambahan Pelajaran Gratis Bagi Siswa SMP Dan SMA…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- WABAH Pandemi Covid 19 yang belum juga melandai, membuat Pemerintah melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Ini tentu membuat kegiatan pembelajaran di...