FeaturedInfokuPerguruan Tinggi

Maarif Institute – Ushuluddin Kampanyekan Islam Moderat Indonesia

0

Bandung, BEREDUKASI.Com — MAARIF Institute kembali menggelar KOPDAR Generasi Milenial dengan tema “Percaya Indonesia” & “Meyakini -Menghargai”. Setelah sukses menyelenggarakan KOPDAR Generasi Milenial di Pekanbaru, Makassar, dan Garut pada 2018 lalu, awal tahun ini Kembali gelar KOPAR Generasi Milenial hadir di Kota Kembang, Bandung, pada Kamis, (10/1/2019).

Acara tersebut hasil kerjasama MAARIF Institute dengan PPIM UIN Jakarta dan UNDP (CONVEY Indonesia), serta didukung oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

dihadiri 100 peserta dari kalangan aktivis muda, mahasiswa, sampai pelajar berbincang terkait toleransi, keindonesiaan, serta membedah buku Antologi Esai dan Kompilasi Vlog terbaik dari peserta Indonesia Millennial Movement 2018, di Kampus UIN Bandung Jl. A.H. Nasution Nom 105 Cibiru, Bandung.

Dihadiri Pipit Aidul F (Manajer Program MAARIF Institute for Culture and Humanity), Iu Rusliana (Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung) dan Mela Rusnika (Duta Indonesia Millennial Movement Provinsi Jawa Barat) sebagai narasumber. Sesi bincang-bincang dalam kegiatan ini dipandu oleh Nita Mujahidah (Duta Indonesia Millennial Movement Provinsi Jawa Barat).

Indonesia Millennial Movement merupakan sebuah Kongres Pemuda yang telah sukses digelar di Jakarta pada November 2018 lalu, menghadirkan 100 pemuda dari 34 Provinsi Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Dalam sambutannya, Muh. Abdullah Darraz (Direktur Eksekutif MAARIF Institute), mengungkapkan komitmen dan dukungannya dalam rangka menyebarkan karya-karya Indonesia Milennial Movement kepada generasi muda lainnya.

“Kami percaya bahwa karya-karya terbaik yang dihasilkan oleh Duta Indonesia Millennial Movement dalam bentuk Buku dan Vlog terbaik ini patut untuk disampaikan pada generasi muda lainnya sebanyak-banyaknya. Harapannya, karya ini bisa menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, dan mengawal narasi perdamaian di Indonesia,” ungkap Darraz.

Kopdar Generasi Milenial yang dibuka oleh Prof. Dr. Rosihon Anwar Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung berikan sambutanya mengapresiasi terhadap kegiatan tersebut, karena selaras dengan misi Fakultas Ushuluddin yang senantiasa mendeklarasikan Islam moderat di tanah air.

“Fakultas Ushuluddin harus menjadi garda terdepan dalam pengembangan moderasi Islam di Indonesia. Mengingat angka kekerasan, khusunya indeks jihadis di Jawa Barat cukup tinggi, 47,6 sementara secara nasional 46,2,” tegasnya.

Prof. Dr. Rosihon Anwar berpesan kepada MAARIF Institute untuk memperluas kegiatan dan memberikan advokasi terhadap pesantren-pesantren.

“Chanel di youtube mesti dijadikan media dakwah untuk menghadirkan Islam moderat, karena kecenderungan orang belajar Islam dari youtube,” paparnya.

Islam moderat adalah pemahaman dan prilaku keberagamaan yang melahirkan sikap toleransi dalam menghadapi keragaman, tertutama menyangkut isu pluralisme agama, sehingga mewujudkan nilai-nilai damai dalam Islam.

“Sikap ini sangat diperlukan dalam konteks merawat kebineka-tunggalikaan Indonesia yang memiliki banyak keragaman. Moderasi Islam sesungguhnya ini seiring dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia. Untuk budaya masyarakat Jawa Barat yang memiliki nilai silih asah silih asih, silih asuh,” pungkasnya. (San)

admin

MAARIF Institute bersama UIN SGD Bandung Adakan Kopdar Generasi Millenial

Previous article

Tanggapi Penusukkan Siswi Tewas di Bogor, Kadisdik Jabar Himbau Masyarakat Lakukan Ini…!

Next article

You may also like

More in Featured