22.4 C
Indonesia
Friday, 27 January 2023
spot_img

Mari Bersiap Bersama Ekonomi Kreatif Kita “Rock The World”………!

Bali, BEREDUKASI.Com — GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil, bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Menandatangani kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Badan Ekonomi Kreatif. Tentang pengembangan potensi ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Barat.

Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat mengungkap, dalam Memorandum of Understanding (MoU) tersebut. Disepakati bahwa Badan Ekonomi Kreatif berkewenangan sebagai badan yang memiliki tanggung jawab untuk menetapkan kebijakan ekonomi kreatif dalam rangka meningkatkan pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Sementara Provinsi Jawa Barat, yang memiliki potensi Ekonomi Kreatif, perlu dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal. Melalui perluasan produk Ekonomi Kreatif daerah dengan penyediaan infrastruktur, teknologi informasi, edukasi dan fasilitasi hak kekayaan intelektual. Serta berkomitmen terhadap pengembangan Ekonomi Kreatif.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Badan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan kedudukan dan kewenangan masing-masing, bersepakat untuk bersama melakukan upaya terkait pengembangan potensi Ekonomi Kreatif di Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Ridwan Kamil juga mengungkap, Pemerintah Provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 10 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Kekayaan Intelektual.

“Jawa Barat dengan bangga menyatakan, satu-satunya Provinsi yang memiliki peraturan daerah tentang Ekonomi Kreatif adalah Jawa Barat,” kata Gubernur Jawa Barat, pada Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia (World Conference Creative Economy/WCCE), di aula Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), beberapa waktu yang lalu.

Ke depan, lanjut Emil, akan hadir Badan Ekonomi Kreatif Daerah, di bawah pengawasan Badan Ekonomi Kreatif Pusat, demi mendukung berkembangnya Ekonomi Kreatif yang Inklusif.

Adapun dasar bagi Bekraf dan Pemerintah Daerah adalah untuk bekerja sama seputar koordinasi. Selebihnya, untuk pengembangan ekonomi itu sendiri, akan menjadi kewenangan masing-masing daerah.

“Artinya, Jawa Barat akan menjadi salasatu daerah yang menyokong pengembangan Ekonomi Kreatif bagi seluruh warganya,” kata Emil.

Selain itu, ruang lingkup kesepakatan meliputi riset, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif, akses permodalan, infrastruktur, pemasaran dan promosi, dan fasilitasi hak kekayaan intelektual.

Bekraf maupun Pemprov Jabar berwenang dalam penyusunan regulasi, fasilitasi pemasaran ekonomi kreatif, dan kegiatan lain yang dipandang perlu dan disetujui oleh kedua belah pihak.

Hal ini perlu diupayakan, sebab ekonomi kreatif-lah yang saat ini dinilai memegang peranan penting dalam perekonomian. Seiring dengan “tren”pertumbuhannya yang positif.

Ekonomi Kreatif juga telah terbukti sebagai sektor ekonomi yang tangguh, dimana Ekonomi Kreatif dapat terus tumbuh di tengah-tengah krisis ekonomi global bersamaan. Sektor ekonomi ini tumbuh pesat seiring tumbuhnya teknologi.

“Kita sudah paling depan, nanti akan ada Badan Ekonomi Kreatif Daerah, juga di lima tahun kedepan. Semoga tercapai hadirnya lembaga-lembaga kreatif di daerah-daerah di Jawa Barat,” kata Emil.

“Gedung-gedung “Creative Center” juga harus dibangun di mana-mana. Insya Allah Jawa Barat menjadi Provinsi kreatif se-Indonesia, yang paling siap menyambut datangnya Ekonomi Kreatif,” ujarnya.

Di samping itu, Gubernur Emil juga menyatakan, menghadapi era Ekonomi Kreatif. Para pelaku industri ini bisa melakukan upaya kolaboratif disamping sifat kompetitif yang mutlak ada.

“Kooperatif, berkolaborasi dengan cara-cara baru, kita berbagi, kita “connecting”, terhubung pada dunia baru yang penuh semangat, kreativitas bisa menyatukan kita semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Triawan Munaf, meyakini bahwa industri kreatif telah membawa suatu era baru dalam dunia bisnis.

Dunia bisnis, saat ini tidak lagi bersifat eksklusif bagi mereka yang memiliki modal besar. Namun telah tercipta suatu lapangan bermain baru yang setara. Bagi setiap orang untuk dapat berperan, dalam perkembangan ekonomi yaitu Ekonomi Kreatif.

“Saya berharap Industri Kreatif bisa menjadi sektor ekonomi yang mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi global. Mari bersiap bersama-sama Ekonomi Kreatif kita “rock the world”,” kata Triawan.

Juga wilayah geografis, kata Triawan tidak lagi menjadi penghalang untuk tumbuh kembangnya Ekonomi Kreatif. Dengan adanya internet dan teknologi baru lainnya, mampu menjembatani beragam potensi di seluruh dunia untuk dapat berkolaborasi dan bekerja sama.

Adapun tema “Inclusively Creative” pada konferensi hari ini, mencerminkan berbagai macam perubahan terkini yang dibawa oleh Ekonomi Kreatif ke dalam ekonomi dunia. Sebagai penggerak bagi peluang-peluang yang inklusif dan setara.

Dalam masa transisi lingkungan, sosial, demografis dan urban. Ekonomi Kreatif menjadi jembatan komunikasi dan pemahaman antara Negara dan Budaya. Dengan menghubungkan ekosistem Perkotaan, Metropolitan dan Pedesaan.

“Ekonomi Kreatif, akan menjadi masa depan ekonomi global,” tegas mantan salaseorang pentolan dari grup musik “cadas” Giant Step asal kota Bandung ini.

Maka dalam perkembangannya saat ini, Ekonomi Kreatif saat ini membutuhkan sinergi dan pembagian tugas secara berjenjang. Diantara tingkat pemerintahan sesuai kewenangan masing-masing. Kemudian didukung oleh Perguruan Tinggi, dunia usaha dan media massa sebagai perwujudan konsepsi pentahelix. (Red)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU