
MPLS di SDN 256 Cigondewah Hilir Tanamkan Karakter, Sekolah Jadi Rumah Kedua
BANDUNG, BEREDUKASI.COM – SUASANA penuh antusias mewarnai hari-hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 256 Cigondewah Hilir, Kota Bandung. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat ini, tidak hanya diikuti dengan semangat oleh para siswa baru, tetapi juga mendapat perhatian penuh dari para orang tua.
Kepala SDN 256 Cigondewah Hilir, Eulis Kuraesin, mengungkapkan bahwa total daya tampung siswa baru. Seharusnya mencapai 84 siswa yang terbagi dalam 3 Rombongan Belajar (Rombel). Namun, jumlah tersebut belum terpenuhi karena masih ada calon peserta didik yang belum melakukan Daftar Ulang. Pihak sekolah sendiri telah melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan.
Pada hari pertama, MPLS dibuka dengan prosesi penuh makna. Para siswa, yang sebagian besar masih mengenakan seragam TK, disambut hangat oleh Guru-guru. Puncaknya, orang tua secara simbolis menyerahkan putra-putri mereka kepada pihak sekolah, diwakili oleh satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Prosesi ini menjadi simbol kepercayaan dan awal Perjalanan Pendidikan anak di jenjang Sekolah Dasar.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini MPLS dilaksanakan lebih panjang.
“Jadi, sekarang lima hari, dari hari Senin sampai Jumat,” ujar Eulis.
Rangkaian kegiatan pun dikemas secara variatif dan menyenangkan. Hari Ke-Dua difokuskan pada pengenalan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Sementara hari Rabu diisi dengan kegiatan “Pagi Ceria” berupa Senam Bersama dan Makan Bergizi.
Kegiatan berlanjut di hari Ke-Empat dengan pengenalan Visi dan Misi sekolah serta 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun). Hari ke-5 atau hari terakhir dengan peragaan dari berbagai kegiatan Ekstrakurikuler (Eskul). Para siswa baru akan mulai berseragam SD pada hari Senin pekan depan, menandai berakhirnya masa pengenalan secara resmi.

Menariknya, salah satu pemandangan yang mencuri perhatian adalah keberadaan Spanduk bertuliskan “Batas Mentor Siswa”. Hal ini tak lepas dari masih besarnya rasa khawatir para orang tua yang ingin terus mendampingi anaknya.
“Orang tuanya pada mau masuk, jadi kalau anak-anaknya sudah masuk, baru orang tuanya keluar. Kadang harus dihalau dulu, mungkin masih khawatir di awal-awal,” cerita Eulis sambil tersenyum.
Meski begitu, ia menilai hal ini menunjukkan antusiasme dan perhatian besar keluarga terhadap pendidikan.

Di balik seluruh rangkaian MPLS, sekolah menyimpan harapan besar.
“Kami ingin anak-anak ini menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi mereka. Selain memiliki pengetahuan yang luas, kami ingin mereka memiliki Karakter yang baik,” tutur Eulis.
Dengan pembiasaan-pembiasaan positif yang diterapkan sejak dini, pihak sekolah optimistis para siswa dapat berkembang lebih baik, berakhlak mulia dan yang terpenting, merasa senang serta nyaman berada di Lingkungan Sekolah. (HKS).




