27.4 C
Indonesia
Monday, 26 September 2022
spot_img

Otong Ganjar Sosok Seorang Lurah, Tamanjaya Kota Tasikmalaya yang Bersahaja…..!

Tasikmalaya, BEREDUKASI.Com — MELIHAT penampilannya “basajan” (sederhana). Tak banyak orang tahu jika berpapasan dengannya. Memiliki tinggi kurang lebih 170 centimeter. Kumis tipis menempel dibawah hidung yang sedikit mancung. Berperawakan atletis dengan warna kulit sawo matang.

Ya… lelaki yang memiliki nama Otong Ganjar ini, adalah sosok seorang Lurah, Tamanjaya Kota Tasikmalaya.

Karir yang digelutinya hingga menjabat sebagai Lurah, tidak semudah yang dibayangkan. Banyak rintangan dan cobaan silih berganti. Dan dihadapinya dengan ketegaran jiwa.

Memiliki jiwa sosial tinggi bagi seorang Lurah adalah tantangan.

“Meskj satu atau dua tahun lagi saya pensiun jadi Lurah. Saya tetap harus menjaga kredibilitas,” kata pria kelahiran Tanah Sukapura 1962 itu.

Loyalitas dan dedikasi sebagai seorang pelayan masyarakat, sekaligus pengayom dan berbaur di tengah publik, mutlak adanya. Hal ini dibuktikan dengan sikapnya yang familier.

Jiwa yang milenium pun terlihat jelas. Meski usianya kini sudah menapaki 57 tahun, jiwa muda kekinian sudah terasa.

“Kita hidup sederhana saja. Apa yang dihadapi, itulah hidup,” katanya, saat BEREDUKASI.Com menjambangi di kantornya. Pa Lurah yang satu ini,  terlihat mengenakan kaos warna hitam polet merah dengan celana panjang seragam PNS.

“Buat apa saya masuk media. Takut tenar hahahaha…,” ungkap pria berkumis tipis ini, sambil tertawa.

BEREDUKASI.Com menjambangi Kantor Lurah Tamanjaya, terkait dengan isu pembuatan Sertikat Tanah melalui Prona.

“Prona kan, sudah ada yang ngurus. Jadi pihak Kelurahan hanya mengetahui saja. Sedangkan teknis dan pelaksanaannya ada di pihak lain,” jelas Lurah Otong Ganjar.

Dikatakan Otong, dalam proses pembuatan Sertifikat Prona, pihak Kelurahan hanya pengesahan saja. Ini sesuai dengan aturan yang sudah diintruksikan oleh undang undang.

“Dan itu langsung dari Provinsi, ” kata Lurah yang memiliki jiwa milenium ini.

Sementara mengawali karirnya sebagai Abdi Negara, pria berdarah dingin ini mengaku sebagai Kepala Bagian T.U di SKB tahun 1986 hingga 2005.

“Berawal dari situlah saya dipercaya menjadi Lurah Tamanjaya, yang sebentar lagi pensiun,” ungkap Lurah yang bersahaja ini. (Budi S.Ombik)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU