21.4 C
Indonesia
Thursday, 29 September 2022
spot_img

Para Peserta Didik Bisa Masuk Sekolah Negeri…!

Bandung, BEREDUKASI.Com — PENYELENGGARAAN Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018/2019 dipermudah.

Calon peserta didik bisa masuk ke sekolah Negeri yang lokasinya berdekatan dengan rumah, tanpa pertimbangan nilai atau status ekonomi.

“Tahun ini siswa apapun statusnya, mau pintar atau bodoh, kaya atau miskin. Wajib diterima di sekolah terdekat dengan rumahnya,” ujar Edy Suparyoto, tim penyusunan Perda PPDB Kota Bandung, saat Bandung Menjawab di Taman Sejarah kota Bandung, beberapa yang lalu.

Kota Bandung dalam pengembangan tahun ajaran 2018-2019 mengacu ke Perda No 2 tahun 2018. Tentang Penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan.

PPDB tahun ajaran 2018/2019, adalah 90% Zonasi. Namun masih ada lima sekolah yang boleh menerima siswa tanpa Zonasi.

“Hanya ada lima sekolah yang boleh menerima peserta didik, tanpa zonasi. Karena lokasinya, jauh dari pemukiman penduduk yakni SMPN 2, 5, 7, 14 dan 44,” ungkap Edy.

Sistem Zonasi ini diberlakukan, untuk menghilangkan sekolah favorit, sekolah unggulan di sekitar rumah.

“Sekolah dekat rumah, anak tidak mudah capek, stres karena macet. Selain itu, bawaan tas berat pun tidak terlalu membebani,” kata Edy Suparyoto.

Aturan PPDB yang sudah ditetapkan saat ini menurut Edy, untuk jalur Akademik 40%, sisanya 5% jalur Zonasi, 20% untuk rawan putus melanjutkan sekolah (warga miskin).

Sedangkan untuk penerimaan peserta didik dari luar Kota Bandung. Telah ditetapkan sebesar 10 persen, itu juga di sekolah yang lokasinya berbatasan.

“Dalam aturan PPDB, masih ada jatah 5 persen untuk anak Guru. Serta sekolah wajib terima kaum difabel atau ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), minimal tiga orang,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Mia, menjamin tak ada lagi anak usia sekolah putus sekolah, karena biaya. Pemkot Bandung melalui Dinas Pendidikan, “menjamin” biaya sekolah anak kurang mampu.

“Bukan hanya soal anak tidak mampu, Disdik juga memperhatikan Tenaga Pendidik Khususnya Tenaga Honorer dengan mengalokasikan dana Rp 100 miliar,” pungkas Edy Suparyoto. (Red)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU