21.4 C
Indonesia
Friday, 7 October 2022
spot_img

Pemkot Bandung dan ITB Akan Bangun “Smart City Living Lab”……!

Bandung, BEREDUKASI.Com — KOTA Bandung merupakan salasatu kota di Indonesia yang memantik gagasan kota cerdas. Hal itu membuat Kota Bandung terus bereksplorasi untuk menemukan formula yang tepat untuk mewujudkan impian menjadi “Smart City”.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat permodelan “”Smart City” dalam skala kecil dalam satu wilayah tertentu. Model ini disebut dengan “Smart City Living Lab”.

“Kalau skalanya satu kota kan besar, nah kalau satu daerah bisa mengetahui masalah dan bisa terselesaikan dengan potensi yang ada disitu,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara di Balai Kota Bandung, Jumat (15/3/19).

Kedua pihak tengah mengkaji daerah yang memungkinkan untuk menjadi lokasi permodelan. Di lokasi ini, ITB dan Pemkot akan melaksanakan serangkaian percontohan. Terhadap ekosistem lingkungan dan sosial sesuai dengan Model Kematangan Kota Cerdas.

“Alternatif lokasinya ada di Jl. Sumatera yang dapat dikendalikan kewenangannya oleh pemkot. Titik lainnya di Jl. Sultan Agung, tapi di situ ada SMA yang kewenangannya agak menyulitkan untuk koordinasi,” katanya.

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menentukan lokasi “Smart City Living Lab”. Setidaknya lokasi itu harus memenuhi aspek-aspek “Smart Economy”, “Smart Transportation, hingga “Smart Living”.

Sebagai leading sector penerapan “Smart City” di Kota Bandung, Ahyani memahami bahwa perwujudan kota cerdas bukan sekadar seberapa banyak aplikasi atau komputasi yang menunjang kinerja pemerintahan. Atau seberapa banyak kehidupan masyarakat yang beralih ke skema digital.

“Intinya kita ingin masyarakat mengerti seperti apa wujud “Smart City” sebetulnya. “Smart City” kan bukan hanya soal aplikasi atau digital,” imbuhnya.

Lebih jauh, kata Ahyani, permodelan ini ingin melihat sejauh mana “Smart City” bisa mengubah paradigma masyarakat menjadi lebih cerdas dengan perubahan perilaku dan budaya, menjadi lebih maju dan beradab. Hal itu dilihat dari berbagai sektor, mulai dari Ekonomi, Transportasi, Keamanan, dan lain-lain.

“Nanti ada perubahan perilaku, cara menyeberang jalan, cara membuang sampah, pedagangnya lebih bersih, lebih tertata. Parkir nggak ada yang ilegal, mesin parkir dimanfaatkan, bike sharing dimanfaatkan. Jadi sebenarnya itu lebih ke situ,” katanya.

Ahyani belum menyebutkan waktu permodelan ini akan dimulai. Saat ini, ia masih meminta ITB untuk mengkaji demografi dan geografi terhadap beberapa lokasi yang menjadi alternatif. (Red)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU