25.4 C
Indonesia
Friday, 22 October 2021

Perlindungan Kesehatan, Bagi Penyintas dan Anak di Bawah 12 Tahun

JAKARTA, BEREDUKASI.Com – SITUASI pengendalian COVID-19 di tanah air terus menunjukkan perbaikan.

Hal ini didukung keberhasilan penanganan kesehatan yang makin baik, termasuk peningkatan
layanan dasarnya. Selain itu, disiplin masyarakat terpantau tetap tinggi dalam penerapan Protokol
Kesehatan (Prokes).

Kepedulian akan pentingnya Vaksinasi COVID-19 juga menguat. Sehingga informasi yang benar dan terpercaya terkait Vaksinasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro memberikan informasi terkini tentang Vaksinasi Penyintas COVID-19 dan anak di bawah 12 tahun dalam Keterangan Pers yang ditayangkan virtual dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)–KPCPEN, Jumat, 1 Oktober 2021.

Dokter Reisa menyebutkan, sampai akhir September 2021, terdapat lebih dari 4 juta orang yang
sembuh dari COVID-19 di Indonesia. Kepada para Penyintas, ia menyarankan dua hal.
Pertama, tetap memantau dan membangun kembali kesehatan tubuh dengan cara makan sehat,
rajin berolahrga dan tetap taat Prokes.

‘Apabila masih ada gejala, langsung konsul ke Dokter. Post COVID memang tidak menyenangkan,
tapi bisa diobati. Kalau sesak nafas, mudah letih, batuk, diare masih terjadi setelah empat minggu
sembuh dari COVID-19. Maka perlu diantisipasi timbulnya Syndrom Pasca COVID (post COVID),
ujarnya.

Ke-Dua, ia menyebutkan, pada 29 September 2021, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan
surat edaran tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Penyintas.

‘Dalam surat edaran ini diatur ketentuan bahwa Penyintas COVID-19 dengan derajat keparahan penyakit ringan hingga sedang, dapat divaksinasi satu bulan setelah sembuh. Sedangkan untuk Penyintas dengan derajat keparahan penyakit yang berat, vaksinasi diberikan dengan jarak waktu minimal 3 bulan setelah dinyatakan sembuh,’ papar Reisa.
Ia menekankan, orang yang divaksinasi harus dalam kondisi yang prima agar vaksin dapat diterima dengan baik oleh tubuh dan menambah perlindungan yang diharapkan.

Untuk jenis vaksinnya, menurut Dokter Reisa, disesuaikan dengan Logistik Vaksin yang tersedia,
sehingga tidak perlu memilih-milih.

“Vaksin yang terbaik adalah yang tersedia buat kita saat giliran
kita tiba,’ tegasnya.

Mengenai Vaksinasi untuk anak di bawah 12 tahun, Reisa menyatakan, pemerintah Indonesia masih
terus mengkaji bersama badan otoritas yang berwenang. Mengenai keamanan vaksin COVID-19
untuk anak pada kelompok umur tersebut.

‘Tapi pada dasarnya, kita mesti melindungi anak di bawah 12 tahun dengan Dua Jurus,’ katanya.

Pertama, memperkenalkan mereka kepada Prokes yang ketat dengan belajar memakai masker dan
sering cuci tangan. Anak sebaiknya dididik agar paham bahwa tidak semua ruang publik aman dan
harus membatasi mobilitas hanya saat betul-betul perlu.

Ke-Dua, Orangtua memastikan melengkapi imunisasi dasar rutin bagi anak di bawah 12 tahun dan
sesuai jadwal. Selain itu, menjaga asupan gizi dan kegiatan fisik sesuai grafik tumbuh kembang. Agar anak bertumbuh optimal sesuai usianya.

Selagi vaksin belum tersedia, menurut Reisa, cara utama melindungi anak usia di bawah 12 tahun adalah dengan cara memastikan orang-orang dewasa di sekitar mereka telah divaksinasi.

‘Itulah yang disebut upaya Kolektif, Kekebalan Komunitas. Terkadang, meski hanya 8 dari 10 orang
yang tervaksinasi di dalam rumah, 100% penghuni rumah akan mendapatkan manfaatnya,’ jelasnya.

Ia mengharapkan, masyarakat segera vaksin, mempertahankan disiplin Prokes dan menjauhi
Hoaks. Sehingga Pandemi akan terhenti oleh tangan-tangan warga sendiri. (***)

Related Articles

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

Penipuan Di Ranah Digital.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- SEIRING dengan berkembangnya teknologi, penipuan di ranah digital semakin marak terjadi. Karenanya, seseorang perlu senantiasa menjaga keamanan identitas digitalnya kapanpun.Tak terkecuali...

Permohonan Pengujian Judicial Review UU PERS No. 40 Tahun 1999 Di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Harus Ditolak.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- HARI Senin, 11 Oktober 2021, telah dilangsungkan Persidangan Pleno Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dalam perkara dengan Nomor 38/PUU-XIX/2021,...