21.4 C
Indonesia
Sunday, 1 August 2021

Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama, Ingatkan Bahaya Bisphenol-A…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — ATURAN Pemerintah tentang pengawasan makanan dan minuman perlu memperhatikan hak-hak dan perlindungan konsumen. Sehingga masalah ketidaktahuan masyarakat dapat diatasi.

Masyarakat selaku konsumen bisa memilih makanan dan minuman sesuai dengan freferensi mereka. Termasuk bahan yang digunakan untuk mengemas produk makanan dan minuman tersebut.

Demikian antara lain, disampaikan dokter *Makki Zamzami*, dari Lembaga Kesehatan PDNU (Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama), kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Pandangan tersebut disampaikan dr. Makki, menanggapi hasil penelitian ilmiah yang disampaikan Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL), terkait bahaya Bisphenol-A atau BPA, yang terdapat pada galon guna ulang berbahaya bagi usia rentan khususnya bagi bayi, balita dan janin pada ibu hamil.

“Mengenai Bisphenol-A dan plastik bukan hanya dalam botol, galon dan kemasan itu saja. Tapi intinya BPA memang menjadi sorotan,” terang dr Makki Zamzami.

Lebih jauh dr Zakki Zamzami mengatakan, bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), soal makanan dan kemasan itu mungkin kurang ketat.

“Saya rasa BPOM pada saat ini kurang ketat. UU BPOM juga masih rancangan. Ada beberapa ketentuan yang masih direvisi, antara lain mengenai hak dan kewajiban,” terangnya.

Secara sporadic, tutur dr Zakki, konsumsi tidak dipandang dari halal dan haram saja. “Kita memang lemah di Indonesia. Karena BPOM tidak kuat statusnya dan kerap berselisih dengan kementerian kesehatan. Ini rancu,” terangnya.

Itu sebabnya sejumlah pihak meminta BPOM agar segera memberikan label peringatan konsumen pada kemasan galon guna ulang yang mengandung BPA.

Bahaya Bisphenol-A yang terdapat pada galon guna ulang, tidak mempunyai ketentuan khusus. Itu sebabnya perlu ada pengawasan terhadap peredaran galon guna ulang. Bagaimana pergerakan dari pabrik hingga ke konsumen.

“Bagaimana Treatment Galon tersebut. Pengawasan galon ini butuh biaya juga. Ada beberapa ribu makanan baru, itu pun tidak dilakukan supervisi,” ujarnya.

“Makanan dan Minuman adalah hal yang sangat vital dan termasuk dalam kebutuhan primer setiap manusia di muka bumi ini. oleh karena itu,” kata dr Zakki, peredaran makan dan minuman yang Halal lagi baik menjadi sebuah keharusan.

Demi amannya kesehatan masyarakat, kata dr. Zakki, perlu ada Pelabelan Peringatan Konsumen pada Galon Guna Ulang yang diberlakukan BPOM.

“Saran saya segera sahkan UU BPOM. Selanjutnya BPOM berperan aktif, supervisi, evaluatif terhadap, makanan, minuman dan obat,” kata dr Makki.

Menurutnya dr. Zakki, Pemerintah perlu waspada, terlebih pada kemasan galon guna ulang yang mengandung BPA. Bisa mengakibatkan penyakit bagi warga yang terpapar atau terbawa ke dalam tubuh dalam waktu lama.

“Kesehatan masyarakat manjadi concern kita semua. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya. (Eddie Karsito).

Related Articles

Kembangkan Cashless Society, bank bjb Gandeng Baznas Provinsi Jawa Barat Dan Grab…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com – bank bjb terus berkolaborasi dengan berbagai stakeholder guna meningkatkan digitalisasi keuangan melalui lmplementasi QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard). Salasatu upaya yang...

Triwulan II 2021, Pertumbuhan Kredit bank bjb Capai 6,8%……..!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- MESKI masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, bank bjb berhasil mencatatkan pertumbuhan sektor kredit dengan baik pada Triwulan II 2021. Hingga...

Budi Oktavianes : Meski Sukses Bisnis Game Online Mobile Online, Bisnis Properti Tetap Sebagai Bisnis Utama……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SEMULA Budi Oktavianes main game online Mobile Legend hanya hobi untuk menghilangkan kepenatan. Namun ternyata rekan -rekannya sesama pengusaha ikutan main...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Kembangkan Cashless Society, bank bjb Gandeng Baznas Provinsi Jawa Barat Dan Grab…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com – bank bjb terus berkolaborasi dengan berbagai stakeholder guna meningkatkan digitalisasi keuangan melalui lmplementasi QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard). Salasatu upaya yang...

Triwulan II 2021, Pertumbuhan Kredit bank bjb Capai 6,8%……..!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- MESKI masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, bank bjb berhasil mencatatkan pertumbuhan sektor kredit dengan baik pada Triwulan II 2021. Hingga...

Budi Oktavianes : Meski Sukses Bisnis Game Online Mobile Online, Bisnis Properti Tetap Sebagai Bisnis Utama……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SEMULA Budi Oktavianes main game online Mobile Legend hanya hobi untuk menghilangkan kepenatan. Namun ternyata rekan -rekannya sesama pengusaha ikutan main...

Mustdhafin Dan Ormas Islam AhlulBait Indonesia (ABI) Propinsi DKI Jakarta Dan Banten, Menggelar Vaksinasi Menuju Indonesia Sehat…..!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- DALAM rangka ikut membantu pemerintah menghadapi tsunami Covid 19, Yayasan Dana Mustdhafin dan Ormas Islam AhlulBait Indonesia (ABI) Propinsi DKI Jakarta...

Mang Oded Kembali Bekerja, Langsung Menyampaikan Kabar Gembira…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEHARI setelah kembali dari Rumah Sakit usai menjalani perawatan, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial langsung menyampaikan kabar gembira. Penanganan Covid-19...