21.4 C
Indonesia
Wednesday, 19 January 2022

Program GenRe (Generasi Berencana), Bertujuan Untuk Menyiapkan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja……..!

Bandung, BEREDUKASI.Com — MESKI dari tahun ke tahun terjadi Tren Penurunan, namun angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kota Bandung masih cukup tinggi.

Karenanya, perlu upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, pada 2019. Total kematian bayi berjumlah 114 kasus dan di tahun 2020 terjadi penurunan menjadi 82 kasus.

Sedangkan angka kematian ibu, pada 2019 berjumlah 29 kasus dan di tahun 2020 turun menjadi 28 kasus.

Kepala Dinkes Kota Bandung, dr. Ahyani Raksanagara menyebutkan, karakteristik kematian bayi di tahun 2020. Paling banyak terjadi pada saat bayi berusia 0-6 hari, yaitu berjumlah 38 orang.

Sedangkan untuk ibu meninggal, sebanyak 14 orang terjadi pada saat Nifas dan 42,9 persen penyebab kematiannya akibat pendarahan.

Menurut Ahyani, ada beberapa faktor penyebab kematian Ibu dan bayi.

Diantaranya yaitu usia Ibu terlalu muda, Ibu tidak ikut KB, masalah gizi dan juga dilihat dari faktor sosial.

Seperti pekerjaan suami, pendidikan ibu dan suami dan masalah pembiayaan.

Apa yang bisa dicegah jauh-jauh hari sebelum kelahiran bayi….?

“Salasatunya dengan mengikuti KB (Keluarga Berencana) dan KBPP (Keluarga Berencana Pasca Persalinan),” terangnya saat menghadiri secara virtual, Workshop Sosialisasi Projek KBPP (Keluarga Berencana Pasca Persalinan), Selasa, (19/1/ 2021).

Menurutnya, KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan.

Sedangkan KBPP bertujuan untuk mengatur jarak Kelahiran/Kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Sehingga setiap keluarga dapat merencanakan kehamilan yang aman dan sehat.

“Penyelesaian masalah kematian ibu dan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu Sektor aja, tapi harus diselesaikan oleh berbagai Sektor sesuai fungsinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Nina Rachman menyebut, untuk menekan angka kematian supaya lebih kecil yaitu dengan cara mencegah sejak dini kehamilan yang berisiko.

“Bisa dilihat dari siklus usia subur wanita. Untuk itu, kita membuat kader-kader remaja untuk mengingatkan temannya. Bagaimana mereka menjadi remaja berencana, yang kita sebut sebagai GenRe,” terangnya.

Program GenRe (Generasi Berencana), bertujuan untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan.

Dengan itu, mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana. Serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

“Yaitu anak-anak muda dimatangkan, bagaimana mereka merencanakan. Bagaimana para remaja mengajak teman sebaya, untuk menunda perkawinan dini. Termasuk bagaimana mereka menyiapkan diri untuk menghadapi usia pernikahan,” imbuhnya. (tan).

Related Articles

Kebersamaan Indonesia Menjadi Hal Unik

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo menilai gotong royong masyarakat Indonesia sangat terasa. Bahkan di masa pandemi Covid-19, gotong royong semakin terasa. 'Gotong...

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Sekolah Untuk ‘Memanaskan Mesin’ Politik di Kota Bandung

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- WALAUPUN Pemilu 2024 masih jauh, tapi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung. Sudah menyiapkan strategi menyambutnya. Hal itu terungkap saat Bawaslu,...

Sekemala Integerated Farming, Laboratorium dan Wahana Edukasi Pertanian

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- PEMERINTAH Kota Bandung bekerjasama dengan Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) untuk meningkatkan Ketahanan Pangan di Kota Bandung. Sebagai informasi, 97 persen ketersediaan Pangan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Kebersamaan Indonesia Menjadi Hal Unik

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo menilai gotong royong masyarakat Indonesia sangat terasa. Bahkan di masa pandemi Covid-19, gotong royong semakin terasa. 'Gotong...

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Sekolah Untuk ‘Memanaskan Mesin’ Politik di Kota Bandung

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- WALAUPUN Pemilu 2024 masih jauh, tapi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung. Sudah menyiapkan strategi menyambutnya. Hal itu terungkap saat Bawaslu,...

Sekemala Integerated Farming, Laboratorium dan Wahana Edukasi Pertanian

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- PEMERINTAH Kota Bandung bekerjasama dengan Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) untuk meningkatkan Ketahanan Pangan di Kota Bandung. Sebagai informasi, 97 persen ketersediaan Pangan...

Jangan Ragu Menekan Tombolnya, Kami Layani 24 Jam

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- Pemerintah Kota Bandung memberi ruang aktif bagi masyarakat untuk sama-sama membangun Kota Bandung. Salasatunya lewat aplikasi LAPOR!. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika...

Langkah Nyata TK Nirwana Cendikia, Tentukan Kualitas Anak di Masa Depan

CIANJUR, BEREDUKASI.COM – WUJUD nyata membangun karakter Anak-anak sejak usia dini. TK Nirwana Cendikia Gekbrong Cianjur. Selain belajar di dalam kelas juga melakukan belajar...