
Program ‘Siliwangi Santri Camp 2026’, Sukses Mengubah Stigma Menakutkan Tentang Militer di Mata Para Santri
BANDUNG, BEREDUKASI.COM – PANGDAM III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, melalui Danrindam III/Siliwangi Brigadir Jenderal TNI Bagus Budi Adrianto. Memantau terus jalannya program “Siliwangi Santri Camp 2026”.
Acara pembekalan bagi para Santri yang diselenggarakan di Mako Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung, Sabtu (18/4/2026). Tidak hanya diisi dengan Agenda Fisik saja. Bahkan program ini, sukses juga mengubah stigma menakutkan tentang Militer di mata para Santri.
Padatnya Agenda memasuki hari kedua yang menjadi hari inti ini. lebih difokuskan pada Pembekalan Mental, Fisik serta Wawasan Kebangsaan.
Kegiatan ini berlangsung padat hingga tengah malam.
Rangkaian kegiatan Santri meliputi pelaksanaan ibadah malam seperti Shalat Tahajud yang kemudian dilanjutkan dengan Shalat Subuh. Setelah itu, mereka melakukan Apel Pagi dan Senam bersama untuk menjaga kebugaran fisik. Dilanjutkan dengan pemberian materi khusus dari Kementerian Pertanian dan Pembina L
Kepesantrenan dan rencananya acara akan ditutup dengan Api Unggun.
Danrindam III/Siliwangi memastikan bahwa kondisi seluruh santri terpantau dalam keadaan sehat dan penuh semangat.
Anita salah seorang Santriwati mengaku sempat merasa gemetar dan takut karena harus memasuki Barak Militer. Awalnya khawatir akan diajarkan menggunakan senjata atau dimarahi oleh anggota TNI. Namun, ketakutan tersebut tidak terbukti, dan keduanya justru merasa sangat nyaman serta menganggap acaranya seru.
“Walaupun para anggota TNI menerapkan kedisiplinan tinggi, mereka tetap ramah dan sering bercanda. Sehingga membuat para Santri merasa betah. Saking serunya, Anita bahkan menyatakan keinginannya. Agar durasi “Siliwangi Santri Camp 2026″ bisa diperpanjang,” tutur Anita.
Peluang Rekrutmen TNI dan Beragam Cita-cita Santri
Interaksi positif selama kegiatan memang memunculkan minat sebagian Santri untuk bergabung dengan TNI. Brigjen TNI Bagus Budi Adrianto menjelaskan bahwa Santri yang memiliki keahlian khusus. Seperti menguasai Bahasa Arab, Bahasa Inggris atau Pandai Mengaji. Akan mendapatkan prioritas lebih dalam rekrutmen. Kendati demikian, mereka tetap diwajibkan untuk lulus Tes Utama. Seperti Tes Kesehatan dan Fisik.
Di sisi lain, “Siliwangi Santri Camp 2026” juga mewadahi Santri dengan Jalur Karier yang berbeda. Danrindam mengklarifikasi bahwa program arahan langsung KASAD ini, memang memposisikan para Santri sebagai komponen Cadangan Non-Militer. Agar lebih tanggap menghadapi berbagai krisis, bukan sekadar untuk mencetak Prajurit.
“Harapannya tentunya saja nanti para Santri, lebih mencintai negaranya, lebih bisa berbuat baik terhadap Bangsa dan Negara dari sudut pandang mereka sebagai seorang Santri,” pungkas Danrindam. (***).




