27.4 C
Indonesia
Saturday, 23 October 2021

Saksi Ahli Tidak Datang, Hakim Kembali Tunda Persidangan Terdakwa Erna Suparto…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — HAKIM Pengadilan Negeri Jakarta Utara, kembali menunda persidangan terhadap terdakwa Erna Suparto. Yang diduga telah menggelapkan dana Rp.1 Miliar milik Nigiyati Tan.

Penundaan terjadi lantaran Saksi Ahli yang hendak dihadirkan pihak terdakwa, tidak hadir dalam persidangan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (9/2/2021). Akibat ketidakhadiran Saksi Ahli bernama Prof. Syaiful Bahri tersebut, Hakim memutuskan melanjutkan persidangan dengan agenda pembacaan pledoi yang diagendakan pada Kamis (11/2/2021), di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Akibatnya, Nigiyati Tan yang menjadi Pelapor atas tindakan yang dilakukan Erna. Kembali harus rela menanti lebih lama untuk dapat memastikan nasib uang yang ia harapkan kembali dari terdakwa.

“Sudah sangat lelah, karena ini seperti Lari Marathon yang berlangsung dalam waktu panjang. Namun bagaimana lagi, demi kembalinya hak tersebut, saya harus siap menjalani,” ujar Nigiyati Tan, ketika tahu persidangan atas tuntutannya itu ditunda beberapa hari ke depan.

Dijelaskan lagi oleh Nigiyati Tan, dirinya sudah membaba gelagat bahwa Erna Suparto sudah tidak mempunyai itikad baik. Untuk membayar hutangnya. Bahkan menurut Nigiyati, saat Erna punya uang, alih-alih mau membayar kewajibannya itu, Erna Suparto lebih senang menggunakan uangnya untuk menuntut balik Nigiyati Tan secara perdata.

“Dari sini saja kita tahu bahwa yang bersangkutan memang tak punya niat baik menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.

Sementara Robin Susanto SH yang menjadi pengacara Erna Suparto menjelaskan, pihaknya tak bisa menghadirkan Prof Syaiful Bahri yang akan bertindak sebagai Saksi Ahli bagi Erna, lantaran persoalan teknis yang dialaminya.

“Saat ini beliau sedang berada di Surabaya dan tidak bisa dihadirkan walau secara online, “ujar Robin.

Dirinya menjelaskan pada agenda sidang mendatang yang mengacarakan pembacaan pembelaan pihak terdakwa, alias pledoi. Dirinya tetap akan meminta Hakim untuk mengembalikan status Perkara ini dari Pidana menjadi Perkara Perdata.

“Karena ini pada awalnya masalah Bisnis, namun karena kondisi Ekonomi yang kurang bagus. Membuat klien kami, tidak bisa menyelesaikan kewajibannya,” ujar Robin.

Erna Suparto sendiri terancam hukuman penjara selama 4 tahun akibat kasus hukum yang didakwakan padanya yaitu melakukan penggelapan uang sebesar Rp.1 miliar milik Nigiyati Tan. Ancaman kurungan tersebut menanti setelah gugatan Perdata-nya ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Proses Hukum yang tadinya berjalan secara Perdata, berubah menjadi masalah Pidana.

Adapun menurut jaksa penuntut umum Lina Hendraswari, salasatu sebab yang membuat Erna harus menghadapi masalah ini. Lantaran tidak mampu menghadirkan bukti yang membenarkan dirinya tidak melakukan pengggelapan atau penipuan.

“Pihak terdakwa tidak dapat memberikan bukti Slip Transferan yang Asli. Hanya lampirannya saja. Makanya saya mau masukan dalam tuntutan. Mereka muter-muter ngomongnya. Jadi ya memang terbukti secara sah dan meyakinkan.

“Telah melakukan penggelapan dan penipuan. Ancaman pidananya itu bisa empat tahun karena kena pasal 372 dan 378,” sebut Lina tentang kasus terdakwa Erna Suparto. Yang saat ini sedang berada dalam tahanan, setelah gugatan Perdata nya untuk kasus ini ditolak di PN Jakarta Selatan. (***).

Related Articles

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

Penipuan Di Ranah Digital.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- SEIRING dengan berkembangnya teknologi, penipuan di ranah digital semakin marak terjadi. Karenanya, seseorang perlu senantiasa menjaga keamanan identitas digitalnya kapanpun.Tak terkecuali...

Permohonan Pengujian Judicial Review UU PERS No. 40 Tahun 1999 Di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Harus Ditolak.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- HARI Senin, 11 Oktober 2021, telah dilangsungkan Persidangan Pleno Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dalam perkara dengan Nomor 38/PUU-XIX/2021,...