27.4 C
Indonesia
Wednesday, 28 September 2022
spot_img

Sangsi Tegas Kepada Warga yang Membuang Sampah Sembarangan….!

Kabupaten Bandung, BEREDUKASI.Com — CURAH hujan yang mengguyur wilayah Majalaya-Paseh Kabupaten Bandung, beberapa saat lalu. Dua aliran sungai Gandok dan Sungai Cikaro meluap menggenangi ruas Jl. Oma Anggawisastra atau Jl. Majalaya-Paseh.

Sementara dua sungai tersebut mengalir ke satu sungai induk yakni sungai Citarum. Dari data “Jaga Balai” mengisyaratkan agar masyarakat SIAGA.

Menurut data dari “Jaga Balai” jam 20.30 ketinggian air Citarum mencapai angka 442 cm, status berubah menjadi AWAS.

“Kini luapan sungai Gandok sudah menggenangi ruas jalan utama. Hingga meluber ke pemukiman penduduk,” kata Hendra Wakil Ketua BPD Desa Tanggulun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung.

Dikatakannya, seluruh warga di Desa Tanggulun telah mempersiapkan penangkal air agar tidak masuk ke dalam rumah.

“Warga tanpa diintruksi langsung memasang penutup aliran sungai di depan pintu menggunakan papan,” tandasnya.

Setiap hujan mengguyur wilayah Desa Tanggulun, masyarakat sekitar sudah terbiasa melakukan ronda ke sungai induk Citarum.

“Kini yang lebih dulu meluap justru anak sungainya yaitu Gandok,” tandas Lili seorang warga di Kampung Talun Desa Tanggulun.

Suasana terlihat mencekam saat air mulai mengancam pemukiman warga. Bahkan untuk mengambil gambar pun susah akibat suasana gelap.

“Kami selalu bersiaga saat hujan turun. Bahkan memantau ketinggian air di sungai induk dan kedua anak sungai,” tutur Dayat (54) seorang aktivis dan warga Kampung Talun RT. 01 RW. 04.

Dari pengakuan sejumlah warga di Desa Tanggulun, kendati Pemkab telah melakukan pengerukan besar- besaran di aliran sungai Citarum,  banjir tetap datang dan mengancam pemukiman.

“Normalisasi sungai bukan hanya dilakukan di sungai Citarum saja. Akan tetapi kedua sungai sebagai penyumbang tumpahan air yakni Sungai Gandok dan Sungai Cikaro harus segera dilakukan,” tegas Hendra yang juga selain Wakil Ketua BDP Desa Tanggulun dan aktivis peduli lingkungan.

Disamping itu, tambah Hendra pengawasan yang berkesinambungan untuk menjaga kebersihan sungai dari sampah plastik oleh pemerintah setempat harus diberlakukan.

“Tentunya ini sebagai upaya pemerintah untuk memberi efek jera, kepada warga yang membuang sampah ke kali atau sungai. Bila perlu diberi sangsi tegas kepada warga yang masih membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (Budi S.Ombik)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU