22.4 C
Indonesia
Saturday, 20 August 2022
spot_img

Teruslah Bertumbuh, Mendekati Cahaya Tuhan yang Maha Kuasa…..!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — MANUSIA diturunkan ke bumi untuk memelihara dan menemukan benih kodrat Illahi yang ada dalam dirinya. Inilah bentuk-bentuk penghayatan adanya cahaya Tuhan pada diri manusia.

“Maka setiap orang memiliki hak pilihan untuk memeliharanya, mengizinkannya berkembang dan membuatnya terus bertumbuh, terus mendekati cahaya Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Suryandoro, S.Sn, kepada BEREDUKASI.Com, di acara “Sarasehan Malam Anggoro Kasih” di Sasana Adirasa Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin malam (14/01/19).

Kodrat Illahi menghembuskan ke dalam diri kita hasrat untuk mengetahui kebenaran sejati.

“Kodrat Ilahi membimbing diri kita ke dalam hasrat untuk melayani orang lain, menghargai orang lain. Inilah sejatinya bentuk pengamalan akan keyakinan adanya Tuhan,” papar Suryandoro.

Tampil sebagai narasumber, Suryandoro memaparkan topik “Artpreneurship Dalam Upaya Pelestarian Seni Budaya Indonesia”. Diskusi ini dipandu Ramot Samosir, generasi muda Parmalim penganut “ugamo Malim”, agama leluhur Suku Batak.

“Tatanan dan Tuntunan”

Indonesia memiliki rupa budaya, warisan leluhur yang begitu kaya. Keaneka-ragaman budaya dan kekayaan tradisi ini berjalan seiring dengan aneka ajaran kepercayaan, yang menjadi tatanan dan tuntunan.

Suryandoro berharap, agar para pemeluk Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diberi hak yang sama untuk berkembang.

“Negara wajib melindungi dan menjamin pemenuhan hak warga negaranya untuk memeluk suatu kepercayaan di luar enam agama yang berkembang di Indonesia,” ujar Pendiri Yayasan Swargaloka ini.

Acara sarasehan ini diselenggarakan Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia (MLKI), bekerjasama dengan Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Dihadiri para pejabat terkait dari Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, antara lain Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi Kemendikbud, Dra. Kristiati Aryani, M.Hum.

Hadir juga  para seniman, budayawan dan para penghayat kepercayaan yang tergabung di berbagai lembaga penghayat. Antara lain Kapribaden, Parmalim, Perjalanan, Saptodarmo, Budi Daya, Sri Murni, Omah Wulangreh serta dosen dan mahasiswa dari Universitas Empu Tantular Jakarta.

Acara “Malam Anggoro Kasih” yang digelar setiap 35 hari sekali ini. Setidaknya menjadi ekspresi aktualisasi nilai-nilai. Menjadi sarana pengembangan karakter dan jatidiri bangsa di tengah kebudayaan global. Menjadi pilar kekuatan peradaban bangsa Nusan-tara (tanah-air), sebagai kodrat Tuhan yang tak ternilai harganya. (Eddie Karsito)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU