21.4 C
Indonesia
Friday, 6 August 2021

Tindak Lanjut Pertemuan Dengan SMSI, Petani Sawit Kopsa M Laporkan PTPN V Ke KPK Dan Bareskrim Polri……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — AKHIR tahun lalu tepatnya (11/12/2020), Ketua Koperasi KOPSA-M Dr. Anthony Hamzah mendatangi kantor SMSI Pusat di Jakarta.

Kedatangan Anthony Hamzah kala itu guna meminta dukungan kepada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) agar dapat membantu mengawal dugaan kasus penyerobotan lahan yang dialami para petani sawit di Riau tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus selaku Ketua Umum berjanji akan terus memantau kasus tersebut seraya menyarankan kepada Anthony Hamzah untuk mengganti Pengacara Selevel Institute dan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kini menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, belum lama ini dengan didampingi Tim Advokasi Keadilan Agraria-SETARA Institute, Jakarta, 200 petani Sawit yang tergabung dalam Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) melaporkan sejumlah pejabat PT Perkebunan Nusantara V (PTPN-V) ke Bareskrim Polri setelah sebelumya melaporkan kasus ini ke KPK.

Seperti telah disebutkan, laporan yang dibuat terkait dugaan penyerobotan tanah 400 hektar di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Laporan diterima Bareskrim Polri dengan No. STTL/220/V/2021/BARESKRIM.

Sengketa antara petani Sawit yang tergabung dalam Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) dan PTPN V ini berawal pada tahun 2003 dan 2006 Kopsa-M dan PTPN-V membuat perjanjian kerjasama pembangunan kebun kelapa sawit pola KKPA untuk anggota koperasi yang direncanakan 2.000 hektar dalam bentuk Surat Perjanjian Kerjasama (MoU) yang ditandatangai oleh Kopsa-M dan Mardjan Ustha selaku Direktur SDM PTPN-V.

Pembangunan kebun kemudian dimulai tahun 2003. Selain tidak tuntas membangun kebun, tata kelola keuangan yang buruk, tanah-tanah petani itu dibiarkan oleh PTPN-V diambil alih secara melawan hukum oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

Akibat tata kelola pembangunan kebun yang tidak akuntabel, alih-alih menyerahkan kebun yang dibangun, 400 hektar kebun yang seharusnya menjadi hak petani justru diserobot oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Seluas 400 hektar kebun tersebut diduga diperjualbelikan oleh seseorang yang berkolusi dengan salah satu petinggi PTPN V tahun 2007.

Pada tanggal 18 April 2007, telah dilakukan pengikatan jual beli secara melawan hukum di hadapan notaris Hendrik Priyanto yang beralamat di jalan Pembangunan No. 10 C, Kp. Melayu, Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau.

Legalisasi penyerobotan itu diduga dilakukan oleh Endriyanto Ustha sebagai penjual dan Hinsatopa Simatupang, selaku pembeli.

Dalam akta jual beli, pihak notaris mengklaim melakukan pengikatan dengan menggunakan kuasa lisan yang diberikan pihak yang mengatasnamakan petani.

Namun faktanya, para Petani tidak pernah memberikan kuasa dalam bentuk apapun. Bahkan sebaliknya mereka membuat pernyataan tentang tidak pernah memberikan surat kuasa lisan kepada siapapun.

Penyerobotan kebun ini juga merupakan bentuk pembiaran yang dilakukan oleh PTPN-V, yang seharusnya menjaga dan menyerahkan kebun ke petani, setelah 36 bulan dari pembangunan kebun.

Akibat penyerobotan tersebut, Hinsatopa Simatupang, yang merupakan Direktur Utama PT. Langgam Harmuni, diduga menguasai dan mengambil hasil dari perkebunan milik Kopsa-M seluas 400 hektar. Sementara 200 petani hanya menonton PT Langgam Harmuni, yang juga diduga beroperasi tanpa izin, karena tidak ada satupun HGU yang dikeluarkan di lokasi kebun Sawit tersebut, yakni di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Dalam pelaporan ke Bareskrim Polri, Tim Advokasi Keadilan Agraria SETARA Institute membawa bukti kepemilikan lahan berupa 7 sertipikat tanah dan 193 Surat Keterangan Tanah (SKT) dari Kecamatan Siak Hulu, Kampar.

Sejumlah orang menjadi terlapor dalam kasus ini, termasuk Mardjan Ustha, mantan Direktur SDM/Umum PT Perkebunan Nusantara V dan adik Mardjan Ustha yang bernama Endriyanto Ustha yang bertindak sebagai penjual lahan kebun.

Sebelumnya, Selasa, 25 Mei 2021, PTPN-V juga dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penghilangan asset negara dalam bentuk lahan seluas 500 hektar dan dugaan korupsi biaya Pembangunan Kebun. (Ris).

Related Articles

Calon Doktor Bidang Hukum, Sediakan Ribuan Vaksin untuk Warga……!

Depok, BEREDUKASI.Com – TIDAK tahan lagi mendengar kabar duka akibat Covid-19, Riris Riska Diana tergerak hatinya. Untuk segera memberikan perlindungan bagi warga dari virus...

Pangdam III/Siliwangi, Mengecek Para Calon Bintara Prajurit Karier Wanita……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PANGDAM III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto membuka sidang Pantukhir Daerah Calon Bintara Prajurit Karier (PK) Kowad dan Keahlian TNI AD...

Kepercayaan Terhadap Presiden Jokowi Terkoyak, Lantaran Komando Komunikasi Tidak Berjalan…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com – KETUA Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan Publik terhadap hasil kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Akan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Calon Doktor Bidang Hukum, Sediakan Ribuan Vaksin untuk Warga……!

Depok, BEREDUKASI.Com – TIDAK tahan lagi mendengar kabar duka akibat Covid-19, Riris Riska Diana tergerak hatinya. Untuk segera memberikan perlindungan bagi warga dari virus...

Pangdam III/Siliwangi, Mengecek Para Calon Bintara Prajurit Karier Wanita……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PANGDAM III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto membuka sidang Pantukhir Daerah Calon Bintara Prajurit Karier (PK) Kowad dan Keahlian TNI AD...

Kepercayaan Terhadap Presiden Jokowi Terkoyak, Lantaran Komando Komunikasi Tidak Berjalan…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com – KETUA Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Firdaus optimistis tingkat kepercaayaan Publik terhadap hasil kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Akan...

Bahas Persiapan Masa Pensiun Anda Lewat bjb Talks Webinar “Pensiunan OK, Sehat Pasti”……..!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- MENYAMBUT masa Pensiun perlu dilakukan dengan persiapan yang matang. Mulai dari persiapan secara finansial maupun persiapan fisik dan mental agar Anda...

Alka Herlianda Antara Model Dan Nyanyi……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SERINGKALI kalau karir ditekuni secara serius, sering tidak sebanding lurus dengan apa yang diimpikan. Tapi karir yang ditekuni lantaran iseng dan...