21.4 C
Indonesia
Saturday, 3 December 2022
spot_img

Tini Hastini Kepala Sekolah SMPN 45 Bandung Menyelami Jiwa Anak…!

Bandung, BEREDUKASI.Com — MENJADI seorang pengajar yang mampu menyelami jiwa anak adalah hal yang selalu menjadi pegangan Tini Hastini, Kepala  SMPN 45 Bandung. Jiwanya ini sudah menyatu dalam dirinya, sejak menjadi Guru di SMPN 1 Baleendah tahun 1983.

“Sangat penting untuk memahami jiwa anak.  Jangan sampai mereka hanya dijadikan miniatur orang dewasa,” tandas Tini.

Tini menambahkan, bahwa Guru  merupakan fasilitator yang harus mengetahui dan memahami jiwa peserta didik. Seperti apa saja, kelebihan dan kebutuhan mereka. Sehingga nanti bisa memberikan pelayanan yang terbaik.

“Seorang Guru juga penting untuk memperhatikan bagaimana ia bisa menjadi seorang pengajar yang menyenangkan. Membuat para peserta didik tertarik dan bersemangat dalam belajar,” terang perempuan kelahiran, 5 Oktober 1961.

Lulusan S2 di Konsentrasi SDM di Universitas Winaya Mukti, Bandung. Kini menjadi Pengurus di Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) ini. Menambahkan bahwa tugas dari seorang guru, bukan hanya menstransfer ilmu saja,  tetapi membangun dan meningkatkan karakter siswa ke arah yang lebih baik.

“Fenomena anak nakal di usia remaja itu biasa karena memang masanya. Tapi bagaimana kita sebagai seorang Guru, mampu mengalihkan keaktifan mereka ke dalam hal positif seperti tugas atau PR,” terang penghobi traveling dan memasak ini.

Tini yang pernah menjadi Kepala SMPN 40 Bandung ini,  menambahkan bahwa untuk memberikan pelayanan yang efektif  untuk anak, diperlukan juga kolaborasi dengan semua pihak.

“Suka duka menjadi Guru dari dulu hingga saat ini, tentu banyak sekali. Namun ketika saya melihat siswa-siswi yang sudah lulus. Kemudian masih mengingat gurunya, saya senang apalagi melihat mereka sukses. Sementara hal yang membuat saya sedih adalah, jika ada siswa yang terhambat dalam belajar karena masalah biaya,” terang pengidola dari Ki Hajar Dewantoro.

Pemilik dari motto “Hidup adalah  perjuangan dan pilihan” ini juga berharap. Bahwa pendidikan di Indonesia akan semakin maju. Memberikan pelayanan gratis untuk anak-anak yang tidak mampu. Bukan hanya biaya sekolah dan buku yang gratis, tapi juga seperti ongkos untuk pergi ke sekolah ataupun subsisdi bagi seragam siswa.

“Selain itu saya berharap semoga  CRS bisa masuk ke sekolah-sekolah, untuk membantu sarana dan prasarana lain. Dan Untuk SMPN 45 Bandung sendiri, semoga dapat menghasilkan siswa dan lulusan yang bersaing ditingkat Nasional,” tutup Tini pagi itu di ruang kerjanya. (Tiwi Kasavela)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU