28.4 C
Indonesia
Friday, 30 July 2021

Upaya JPKL Dihalangi…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — ROSO Daras menjelaskan, upaya Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) untuk memberi Edukasi kepada masyarakat agar melindungi Bayi, Balita dan Janin pada Ibu Hamil tidak terpapar BPA dihalangi-halangi oleh segelintir oknum yang tidak mementingkan kesehatan masyarakat Indonesia. Berbagai informasi penting yang bersumber dari hasil penelitian para ahli dari Negara-negara maju tentang bahaya BPA pada kemasan dianggap disinformasi. “Ini jelas ada upaya yang sistematis untuk mengaburkan informasi tentang bahaya BPA. Langkah mundur bagi dunia kesehatan Indonesia. Mereka tidak berpikir untuk kesehatan Bayi dan Balita Indonesia,” ujarnya. Salasatu upaya penjegalan penyebaran informasi itu, terang Roso, dilakukan Kemenkominfo atas perintah BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Informasi Bahaya BPA yang disampaikan dalam petisi yang dibuat JPKL dalam klasifikasi disinformasi atau Hoax. Padahal BPOM sendiri mengeluarkan aturan bahwa bagi pengguna galon guna ulang yang mengandung BPA terdapat toleransi 0,6 bpj. “Itu toleransi buat siapa….? Adanya toleransi artinya ada potensi bahaya BPA jika melampaui angka tersebut. Toleransi BPOM untuk masyarakat usia dewasa. Kami memperjuangkan agar BPOM memberi label peringatan konsumen bagi mereka yang usia rentan, tentu tidak ada toleransi,” ujar Roso. Di luar negeri penelitian BPA sudah pada kesimpulan bahwa BPA berbahaya bagi otak orang dewasa. Sementara disini, JPKL hanya memperjuangkan agar tidak ada toleransi BPA bagi Bayi, Balita dan Janin. Dengan BPOM memberikan Label Peringatan Konsumen pada kemasan. “Perjuangan ini masih dihalang-halangi oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Roso. Pada kesempatan ini, Roso Daras juga mengatakan alasan galon guna ulang atau galon isi ulang menjadi prioritas utama dalam perjuangan JPKL. “Konsumsi harian masyarakat yang paling banyak menggunakan wadah Plastik Polikarbonat yang mengandung BPA pada kemasan galon guna ulang atau galon isi ulang,” ujarnya. (Eddie Karsito).]]>

Related Articles

Oded Ingin Tadarus Al Quran, Dapat Terus Berlangsung Secara Berkesinambungan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEBANYAK 1,072 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengikuti tadarus Al Quran secara virtual via Zoom pada Jumat, 16...

Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- KONSTITUEN Dewan Pers perlu mempunyai keterwakilan di Dewan Pers (DP) agar setiap asosiasi konstituen memiliki akses informasi dan kebijakan dalam mengantisipasi...

Mang Oded, “Jazakumullahu khair, hatur nuhun, terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Kota Bandung”…..….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- WALI Kota Bandung, Oded M Danial sudah sehat dan siap bertugas kembali. Sebelumnya, Oded sempat menjalani perawatan akibat gangguan lambungnya. Melalui laman...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Oded Ingin Tadarus Al Quran, Dapat Terus Berlangsung Secara Berkesinambungan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEBANYAK 1,072 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengikuti tadarus Al Quran secara virtual via Zoom pada Jumat, 16...

Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- KONSTITUEN Dewan Pers perlu mempunyai keterwakilan di Dewan Pers (DP) agar setiap asosiasi konstituen memiliki akses informasi dan kebijakan dalam mengantisipasi...

Mang Oded, “Jazakumullahu khair, hatur nuhun, terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Kota Bandung”…..….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- WALI Kota Bandung, Oded M Danial sudah sehat dan siap bertugas kembali. Sebelumnya, Oded sempat menjalani perawatan akibat gangguan lambungnya. Melalui laman...

Xtraordinary Vaksin Persembahan SCTV Di Usia Yang Ke-31……..!

Jembatan Asa Dan Kejutan Bayi SCTV Kembali Jadi Bagian Perayaan HUT Ke-31 Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SELAMA 31 tahun SCTV telah hadir mewarnai dunia pertelevisian tanah...

27 Juta Warga Jawa Barat Belum Di Vaksinasi, Gubernur Menunjuk Kadisdik Jabar Menjadi Ketua Percepatan Vaksinasi Di Jabar……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PROVINSI Jawa Barat termasuk Provinsj yang lambat melaksanakan Vaksinasi kepada warganya, dari sekitar 50 juta penduduk Jawa Barat baru 45 %...