21.4 C
Indonesia
Wednesday, 30 November 2022
spot_img

Wayang Menumbuhkan Kepekaan Nurani…..!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — MENURUT Ketua Umum “SENA WANGI”, Drs. Suparmin Sunjoyo, momentum ulang tahun ini. Dapat menjadi ingatan bagi para Penggiat Budaya untuk terus menampilkan entitasnya sebagai elemen humaniora yang mampu menumbuhkan kepekaan nurani.

Sebagai lembaga konservasi, preservasi dan inovasi Seni Pewayangan, kata Suparmin, SENA WANGI telah melakukan berbagai langkah.

“Karya kesenian setidaknya dapat menjadi mata rantai “ikon” peradaban bangsa yang santun, terhormat dan bermartabat. Dalam skala mikro para pelaku Seni dan Budaya, agaknya perlu sigap menangkap berbagai momen globalisasi,” katanya.

Kehadiran komunitas dan berbagai kantong Budaya, ungkap Suparmin, menjadi penting dan urgen sebagai katalisator kebudayaan, penguat ketahanan dan identitas kebangsaan.

“Sudah lama negeri kita dikenal sebagai bangsa yang Kaya Budaya. Keragaman Budaya dengan corak multikultur-nya sudah menjadi “Brand” mengagumkan. Pada titik inilah sebuah komunitas Budaya yang sekaligus sebagai salasatu pemangku kebudayan bisa mengambil peran,” urainya.

Pada saat yang sama, Ketua Bidang Humas dan Kemitraan SENA WANGI, Eny Sulistyowati SPd, SE, MM, menjelaskan, SENA WANGI telah berupaya mendekatkan Seni Wayang kepada generasi muda dengan cara yang lebih progresif. Termasuk ikut mencegah Korupsi dan Menanggulangi korban narkoba melalui berbagai proses kreatif Seni Wayang, yang melibatkan anak-anak muda.

Periode lima tahun berjalan, terang Eny, pengurus SENA WANGI telah melakukan berbagai kegiatan. Upaya tersebut diantaranya menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), melakukan sosialisasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Sesuai tuntutan zaman, kesenian Wayang harus dikembangkan secara inklusif. Lebih terbuka terhadap nilai-nilai baru yang lebih mudah diterima masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai filosofis yang dibawanya. Masalah pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba misalnya, pesannya dapat disisipkan saat pertunjukan Wayang,” papar Eny Sulistyowati.

Pengurus SENA WANGI, lanjut Eny, terus berupaya bagaimana mengenalkan kesenian Wayang di kalangan anak muda atau “Kids” Zaman Now”, baik dari segi konten maupun konteksnya.

“Budaya adiluhung ini dapat dikenal, diturunkan, dan diwariskan kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Pencapaian SENA WANGI lainnya, kata Eny, adalah pengakuan Negara dan penetapan tanggal 7 November sebagai “Hari Wayang Nasional” yang telah ditanda tangani Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo.

“Pengakuan ini merupakan perjuangan panjang SENA WANGI. Dari mulai proses pengusulan (tahun 2001-2003), hingga penerimaan penghargaan UNESCO, Wayang Indonesia sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” di Paris tanggal 7 November 2013. Maka tanggal itulah yang kemudian kami usulkan sebagai “Hari Wayang Nasional”,” terang Eny.

Perayaan HUT Ke-44 SENA WANGI, lanjut Eny, menjadi momentum pihaknya untuk kembali meresume apa yang sudah dan belum dilakukan SENA WANGI. Antara lain, penetapan Renstra (Rencana Strategis), jangka panjang pengembangan pewayangan Indonesia, tahun 2010 hingga tahun 2030.

SENA WANGI juga telah mendorong terbentuknya sejumlah organisasi pewayangan, antara lain; PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), APA (ASEAN Puppetry Association) Indonesia, UNIMA (Union Internationale de la Marionnette) Indonesia dan PEWANGI (Persatuan Wayang Orang Indonesia).

“SENA WANGI secara aktif mengikuti Festival Wayang Internasional. Serta menerbitkan berbagai Buku dan Ensiklopedi Wayang Indonesia. Secara berkala SENA WANGI juga menyelenggarakan pergelaran; Teater Wayang Indonesia (TWI), dan Festival Wayang Indonesia (FWI) setiap tahun,” papar Eny.

Ikut menyaksikan pergelaran ini, Seniman, Budayawan serta Pejabat terkait, antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Didik Suhardi, Ph.D, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Turut hadir Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc, (Asisten Deputi Warisan Budaya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI), Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, SH, (Kepala Badan Narkotika Nasional), Mayor Jenderal  TNI (Purn) Drs. Hendardji Sopeandji SH,(Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara).

Hadir juga Drs. H. Solichin (Ketua Dewan Kebijakan SENA WANGI) dan Ketua Presidium APA (ASEAN Puppetry Association), H. Kondang Sutrisno, SE, (Ketua Umum PEPADI), Drs. TA. Dubes Samodra Sriwidjaja (Presiden UNIMA Indonesia), Ir. Luluk Sumiarso (Ketua Umum PEWANGI), Dr. Sri Teddy Rusdy, SH. M.Hum,  serta para tamu penting lainnya.

Pergelaran wayang kulit ini terselenggara atas kerjasama SENA WANGI, PEPADI, Gedung Pewayangan, dan Yayasan Putro Pendowo. (Ramadhan Panjaitan)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU