2020 – Beredukasi.com
Home / Featured / 2020

2020

Oleh : ALTHIFFA ZAHRA

Kelas : IX-B SMP NEGERI 50.
Bandung

Bandung, BEREDUKASI.Com — TAHUN 2020, adalah tahun yang bersejarah, tahun yang takkan pernah terlupakan. Dimulai dari Covid-19 menyerang hingga ribuan orang menjadi korban, semuanya diluar dugaan tidak ada yang pernah mengira Pandemi Covid-19 ini menjadi sebesar ini.

Tahun ini sangatlah berbeda, sedikit demi sedikit kebahagiaanku memudar. Dulu… aku pernah berdo’a agar sekolah libur selama 1 tahun. Namun kini… aku menyesal pernah berpikiran untuk berdo’a seperti itu. Entah harus senang atau sedih, aku tidak bisa merasakan keduanya.

Saat ini aku sedang merasakan libur panjang yang amat berbeda dari tahun sebelumnya. Jika dulu bepergian bersama keluarga, namun sekarang hanya mengurung diri di kamar sembari bermain media sosial. Jika dulu berbelanja kebutuhan sekolah, sekarang malah membeli barang yang tidak berguna secara Online.

Tidak hanya merasakan perbedaan, di tahun ini juga aku merasa kehilangan. Ya, kehilangan. Kehilangan banyak waktu yang berharga, kehilangan sifat ambisiusku, kehilangan pola makan dan tidurku. Dan yang pasti kehilangan uang jajanku.

Rasanya kemarin aku baru saja membuka lembaran baru diawal tahun, tetapi dengan berjalannya waktu tak terasa aku akan melihat kembali kembang api di angkasa. Entah akan sama seperti dulu, atau bahkan rasanya tak seindah dahulu.

Teruntuk orang-orang yang membaca tulisan ini, terimakasih sudah bertahan sampai detik ini. Terimakasih banyak sudah bersatu untuk memulihkan negeri ini. Meski tak mudah, tapi buktinya kita sampai di tahap ini.

Berbanggalah….! Aku yakin kalian telah menghadapi masalah yang bermacam-macam, atau bahkan sedang mengalaminya. Entah itu masalah keluarga, pekerjaan, pendidikan, pertemanan atau pun perasaan. Ya, semua masalah itu berbeda-beda, dan mental manusia tidak semuanya sama. Karena itu kita tidak bisa membanding-bandingkan seberapa besarnya masalah kita dengan masalah orang lain, karena hal itu hanya akan menambah masalah.

Jika kamu adalah orang yang merasa hanya menjadi beban Orangtua kamu salah, karena kita ada atas keinginan Orangtua, jadi sudah menjadi konsekuensi mereka untuk mendidik dan mengurus kita.

Selain itu, aku yakin kalian sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi seorang anak yang diidam-idamkan oleh orangtuanya. Dan aku yakin suatu saat nanti Orangtuamu akan tersenyum melihat anaknya tumbuh dewasa dengan kesuksesan mengelilinginya.

Jika anda adalah seorang ibu, terimakasih banyak, terimakasih sudah mengurus anakmu dengan penuh kasih sayang. Terimakasih untuk semua yang telah engkau berikan. Maaf, maaf jika terkadang anakmu ini sulit untuk menuruti perintahmu, maaf juga jika kami sering melawan perintahmu.

Namun sesungguhnya dibalik sosok si pemalas ini, tersimpan berjuta cerita yang ingin disampaikan padamu. Namun kami ragu untuk menceritakannya. Karena terkadang seorang anak hanya ingin bercerita tanpa di kritik sambil memeluk erat ibunya. Hanya itu yang kami mau, karena kami takut kami kehilangan moment itu, bahkan kami hampir lupa rasa hangatnya pelukan dari sosok seorang ibu.

Jika anda adalah seorang ayah, terimakasih banyak ayah, terimakasih sudah berjuang mati-matian mencari nafkah hanya untuk melihat anak istrinya tersenyum. Maaf, maaf jika anakmu ini selalu meminta yang tidak-tidak, bahkan terkadang kami lupa untuk mengucapkan “Terimakasih” . Maafkan anakmu yang keras kepala ini ayah, maaf jika terkadang kami merasa canggung didepanmu.

Bukannya apa-apa, kami hanya merasa jauh darimu karena waktu yang engkau luangkan untuk anakmu ini tidak banyak. Karena sesungguhnya, Komunikasi itu penting dalam suatu hubungan yah.

Teruntuk Ibu dan bapak Guru yang saya hormati, terimakasih banyak untuk semuanya, untuk ilmu yang engkau berikan, untuk kebahagiaan yang engkau sebarkan. Dan untuk kesabaran yang engkau kumpulkan.

Padahal… kami sering mangacuhkan tugas-tugas yang kalian berikan, tak sedikit juga tugas yang kami kumpulkan sudah melebihi deadline. Tapi kalian selalu saja gigih dalam mengingatkan tugas-tugas itu.

Pak, Bu, kami sangat merindukan kelas. Kami rindu saat kalian bercerita tentang kisah hidup kalian, hingga tak terasa Bel pun berbunyi mengakhiri ceritanya. Kami rindu tertawa oleh lelucon yang kalian berikan. Dan anehnya….bahkan kami rindu cara kalian memarahi kami saat kami berbuat salah.

Saya tahu kalian memiliki masalah yang tidak perlu kami ketahui, saya salut pada kalian karena dengan semua masalah itu kalian dipaksa tetap tegar dalam mengajar kami dan diharuskan masih bisa tersenyum melihat kami. Terimakasih Pak, Bu.

YU….SEMANGAT SEMUANYA…! OPTIMIS 2021 AKAN BAIK-BAIK SAJA DAN BAHKAN LEBIH BAIK LAGI…..!

About admin

Check Also

Callista Arum Belajar Akting Dari Dian Nitami Di Lokasi Syuting Sinetron “Buku Harian Seorang Istri”……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — SEBAGAI bintang anyar di dunia akting, Callista Arum mengaku bersyukur bisa main …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *