27.4 C
Indonesia
Monday, 26 September 2022
spot_img

Butuh Bantuan, Keluarga Balita Kelamin Ganda Asal Rajapolah Datangi KPAI……!

Tasikmalaya, BEREDUKASI.Com — SEPINTAS, tidak ada yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Padahal Sami Wahyudi, bocah asal Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Ternyata memiliki kelamin ganda atau ambiguous genital.

Anak kelahiran, 24 Juli 2015 lalu terlahir dari keluarga tak mampu dari pasangan Dodi Suhardi dan Ee Amalia. Kesehariannga kedua orang tuanya hanyalah sebagai buruh serabutan.

Kedua orangtua, mengetahui anaknya dengan kelamin ganda sejak lahir. Namun keduanya tak mampu berbuat apa-apa. Karena untuk berobat membutuhkan biaya. Terlebih, kedua orangtuanya tak begitu paham dengan apa yang dialami anaknya.

Kini kedua orangtua bocah, mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Kabupaten Tasikmalaya di Perumahan Citra Graha Residence, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa hari yang lalu.

Kedatangannya, tiada lain untuk memintai pertolongan guna mencari biaya operasi anaknya. Keduanya berharap anaknya dapat kembali normal seperti anak-anak lainnya. Kedua orangtua korban sangat mengkhawatirkan masa depan anaknya ke depan.

“Saya sangat risau dengan kondisi anak saya ini. Sehingga berupaya untuk mencari bantuan, agar anak saya bisa dioperasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan posisi kelamin ganda anak itu berdekatan. Kelamin perempuan berada di bawah posisi kelamin laki-laki. Namun demikian, kelamin laki-laki anak itu terlihat normal. Bahkan testisnya ada sama seperti pada umumnya tapi tidak memiliki lobang. Sedangkan untuk kelamin perempuannya, bentuknya kecil dan hanya bisa untu mengeluarkan air kencing saja.

Kini anak itu hanya dirawat di rumah, karena orangtua tidak memiliki biaya untuk perawatan dan operasi di rumah sakit sesuai yang disarankan dokter.

“Kedua orangtua, kesehariannya hanya sebagai buruh dengan penghasilan pas-pasan. Sehingga keduanya datang ke KPAI untuk memohon bantuan dan pendampingan,” ucapnya.

Menurut Ato, keluarga ini juga tidak memiliki BPJS dan mengetahui cara pengurusannya. Sehingga pasrah akan nasib anaknya kelak. Hanya saja berharap adanya bantuan dan uluran tangan dari pemerintah. Maupun pihak Dermawan untuk membiayai operasi anaknya demi masa depannya,”ungkapnya. (Ema Rohima)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU