23.4 C
Indonesia
Sunday, 4 December 2022
spot_img

ECF Kembali Hadir Dengan Usung “Slow Sofia: Against the Acceleration of Techno-Culture”……!

Bandung, BEREDUKASI.Com — EXTENTION Course Filsafat atau ECF kembali hadir dengan mengusung tema Slow Sofia : Against the acceleration of Techno-Culture.

Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Filsafat UNPAR ini, akan diadakan setiap Jumat, 15 Maret hingga 7 Juni 2019 Pukul 18.30 – 20.30 WIB di Kampus Fakultas Filsafat UNPAR, Lantai 1 Jl. Nias 2, Bandung  40117.

Beragam materi disajikan sesuai dengan tema, mulai dari Introduction: Techno-culture and the Experience of time, Philosophical Concept of Space and Time: Imanuel Kant & I.

Newton, Philosophical Concept of Space  and Time: H. Bergson & Martin  Heidegger, hingga  Critique of Accelerationism. Yang nanti juga ditambah dengan seminar dan pagelaran musik.

Panitia  acara ini, Dr. Y. Slamet Purwadi, S.Ag., MA mengungkapkan, latar belakang tema ini diambil adalah mengingat bahwa kultur masyarakat saat ini ditandai dengan akselerasi teknologis berkecepatan tinggi. Dimana dalam keseharian kita semakin dikepung oleh The Conditions of Immediacy.

“Kesegeraan saat ini menteror tiap individu, membuat orang tergagap. Segala hal cepat menjadi kuno, cepat berlalu, bahkan sebelum sempat kita  pikirkan, pahami, atau jalani. Ini wajah konkret “tekno-kultur”. Wajah semacam ini terbentuk oleh kinerja banyak pihak teknologi digital, kapitalisme global, sains dengan temuan inovatif spektakulernya dan sebagainya,” terangnya.

Kondisi high speed ini, lanjutnya benar-benar memporakporandakan secara langsung pengalaman manusia tentang waktu. Juga ruang dan secara tak langsung berdampak pada cara manusia memaknai eksistensinya.

Sementara di sisi lain nyaris tak mungkin kita memberi komando kepada dunia. Agar memperlambat gerak dan akselerasinya.

Slamet menambahkan bahwa agaknya kini kita perlu ruang jeda sejenak. Merenungkan hidup, irama kerja, lalu lintas ide, apa pun yang bergerak untuk sekedar “direm”. Agar jangan sampai kehidupan eksternal menyeret kita tanpa  kendali dan tanpa kita sadari.

“Manfaat yang para peserta dapatkan dari program ini adalah dapat memperdalam wawasan peserta tentang situasi tekno-kultur yang ditandai oleh  kecepatan dengan segala dampak eksistensialnya. Agar para peserta kian menyadari nilai kebijaksanaan dari “jeda”, slowness dan kultur samadhi,” terangnya.

Adapun syarat dari peserta ECF adalah Pendidikan minimum SMU/sederajat, Mempunyai minat untuk menambah wawasan agama dan budaya. Total target peserta dari kegiatan ECF berjumlah 80 orang meliputi peserta dan undangan.

Untuk pendaftaran bisa langsung menghubungi panitia, dengan menyerahkan form pendaftaran yang sudah disediakan oleh panitia di ruang sekretariat ECF.  Biaya pendaftaran Rp 350.000,00 (include: snack, materi, dan sertifikat). Pendaftaran melalui fax, e-mail dengan subject: “Peserta ECF_slowsofia” dengan Format penulisan: ECF, nama, alamat, no. telpon/Hp, pendidikan/pekerjaan dan di kirimkan ke: adventuscaesario@gmail.com , cc: yoshuamahendra@gmail.com, bcc: cpcres@unpar.ac.id

Atau bisa menghubungi via Whats app di  Adventus  081-383-723-196, Yoshua 081-912-668-341. (Tiwi Kasavela)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU