24.4 C
Indonesia
Saturday, 1 October 2022
spot_img

Frisca “Hidup Terasa Indah Jika Berguna Untuk Orang Lain”……!

Bandung, BEREDUKASI.Com — BERHARAP menjadi pribadi yang lebih baik, lebih produktif dan bisa benar-benar menajemen diri dan waktu dengan baik adalah harapan dari Frisca Wulandari yang biasa disapa “Frisca” dalam kesehariannya.

“Saya memiliki motto hidup yang sederhana yakni hidup akan terasa indah jika berguna untuk orang lain. Yang memang saya ambil juga dari teologi Al-Ma’un,” kata gadis kelahiran Pringsewu, 30 Oktober 1991.

Mengenai hobi, penyuka warna merah dan penikmat Lapis legit khas Lampung ini. Mengungkapkan bahwa ia menyukai traveling sebagai bentuk merefresh pikiran dan mencari inspirasi.

“Untuk cita-cita, semenjak saya bergelut di dunia penyelenggara Pemilu,  kini saya mempunyai mimpi untuk menjadi Komisioner Penyelenggara Pemilu,” jelasnya.

Frisca pun melihat dari segi tantangan dan keterlibatan perempuan di dunia penyelenggara. Perempuan saat ini sudah mempunyai kuota sebanyak 30%. Sehingga tinggal bagaimana seorang perempuan dapat mengupgrade diri kita dan meningkatkan kualitas serta kapasitasnya.

“Saya juga bermimpi untuk mempunyai cafe anak muda. Dimana cafe tersebut bukan hanya untuk nongkrong saja, namun dijadikan suatu tempat diskusi, membaca, menulis,” terangnya yang  pernah masuk 10 Besar Lomba Karya Ilmiah Remaja, tingkat Nasional dan Juara 3 Festival Musik serta Juara Harapan 1 Festival Band.

Mahasiswi Pascasarjana universitas Lampung, semester akhir jurusan Pendidikan Matematika ini. Tengah sibuk dalam kegiatan Panwaslu, aktif di Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan memulai bisnis pakaian.

“Mengenai tokoh idola, saya mengagumi sosok B.J Habibie, karena ia adalah beliau sangat jenius, ia pernah bekerja di perusahaan pesawat di Jerman lalu kembali ke Indonesia menjadi menteri Riset dan Teknologi. Bahkan pernah menjadi “otak” di balik pembuatan pesawat N250 Gatotkaca, Pesawat Terbang Made in Indonesia Pertama.

Walau beliau sempat menjadi Presiden dengan masa jabatan terpendek. Dibawah kepemimpinannya lahir UU Anti Monopoli dan UU Otonomi Daerah yang cukup berpengaruh,” terangnya yang juga mengaku selalu terinspirasi dari Ibu.

Makna hidup, bagi Frisca adalah  sesuai dengan tuntunan Al Qur’an. Jika pada surat Al dzaariyaat yakni hidup adalah ibadah. Jika hidup itu adalah ibadah, maka pastinya semua aktifitas kita adalah ibadah.

“Saya menyadari bahwa terlepas dari ketakutan, seseorang harus terus berjuang untuk mewujudkan impiannya. Dan kita harus mengerti bahwa menjadi berani bukanlah tidak adanya rasa takut. Melainkan kekuatan untuk terus melaju.

Kita harus yakin terhadap diri kita sendiri, masing masing orang memiliki cara untuk maju, walau terkadang saya menemui banyak batu di jalan. Namun kita ingat kembali akan tujuan kita mencapai sesuai yakni untuk memberikan kemaslahatan untuk orang lain,” ungkap anak kedua dari tiga bersaudara.

Pemilik tinggi 158 Cm ini juga berkata, bahwa di tahun politik ini. Dirinya berharap kepada para generasi milenial untuk bisa menjadi “roh” penggerak demokrasi. “Roh” Demokrasi memerlukan perubahan hati nurani kita.

“Seberapa jernih generasi milenial melihat permasalahan bangsa ini. Tentunya akan menentukan seberapa luhur mereka membentuk demokrasi. Hal selanjutnya harus menjadi perhatian generasi milenial, adalah bagaimana mengusung jalan politik beralaskan hati nurani. Agar dapat menyatukan tiap anak bangsa dalam satu tubuh yang sama, yang berdasarkan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, terikat dalam geopolitik yang sama dan saling menguatkan,” pungkasnya pagi itu penuh semangat. (Tiwi Kasavela)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU