27.4 C
Indonesia
Wednesday, 28 September 2022
spot_img

Pantau Persiapan UNBK di Purwakarta, Bupati Anne Terima Kunjungan Anggota Komisi X DPR RI……!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — KENDATI belum mencapai 100 % siswa yang bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun beberapa sekolah di Kabupaten Purwakarta sudah siap untuk menyelengarakannya.

Adapun alasan kenapa belum siap 100 % untuk mengikuti pelaksanaan UNBK, karena masih ada sekolah yang belum memiliki komputer secara mandiri. Demikian dikatakan  Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika dihadapan anggota DPR RI Komisi X, Popong Otje Djundjunan, didampingi Titik Prasetyowati beserta rombongan dari Kementerian Pendidikan saat melakukan kunjungan kerja di Kab. Purwakarta beberapa

“Kabupaten Purwakarta siap menggelar UNBK,” kata Ane.

“Walaupun belum 100 % karena masih ada sekolah yang belum memiliki komputer secara mandiri,” lanjut Ane.

Anne mengatakan untuk 2020, melalui Dinas Pendidikan Purwakarta menargetkan bahwa pelaksanaan UNBK di Purwakarta bisa 100 %.

Sebelumnya Dinas Pendidikan, melansir persiapan UNBK di Kabupaten Purwakarta baru mencapai 81 %, baik sekolah Negeri maupun Swasta.

“Kami targetkan tahun depan bisa 100 persen, karena pendidikan adalah salasatu fokus kami. Karena bukan hanya infrastruktur, sarana dan prasarana sekolah, pendidik pun kita dorong untuk memenuhi standar,” kata Anne.

Sementara menurut anggota Komisi X DPR RI, Popong Otje Djundjunan, kunjungan kerjanya ke Purwakrta untuk memantau langsung kesiapan UN.

“Saya setiap tahun terus memantau bagaimana kesiapan daerah dalam menghadapi UN,” kata Popong, seraya mengatakan dirinya punya kewajiban untuk melihat dengan mata kepala sendiri, dengar dan tanya sendiri sampai dimana persiapannya.

Popong menjelaskan saat ini sejumlah anggota Komisi X, memang sedang berkeliling ke daerah-daerah untuk tujuan serupa. Akhir-akhir ini sedang berada di wilayah Jawa Barat, karena daerah lain telah disambangi sebelumnya.

Setelah berkunjung ke tiga sekolah di Purwakarta, Ceu Popong menilai bahwa persiapan UN yang berbasis komputer maupun kertas pensil telah baik.

“Pada umumnya SMP dan SMA sudah bagus dalam hal persiapannya. Hanya saja sarana dan prasarana, serta bangunannya harus masih ditingkatkan,” pungkas Popong. (Wief)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU